
OPSI: Prabowo Proburuh

Jakarta, (Antara) - Ketua Dewan Pembina Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Edy Purnomo berpendapat, calon presiden Prabowo Subianto merupakan proburuh dan bertekad menjamin kesejahteraan buruh. "Sudah seharusnya kaum buruh memaksimalkan usaha memenangkan pasangan Prabowo Hatta pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014," katanya di Jakarta, Jumat. Visi dan misi Prabowo-Hatta, katanya, telah menyetujui dan menandatangani 10 permintaan buruh serta beberapa komitmen peningkatan kesejahteraan buruh termasuk menaikkan gaji buruh hingga 30 persen. Ia menjelaskan, pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei lalu, hanya Prabowo yang berani menandatangani komitmen untuk menghapus sistem alih daya (outsourcing) serta memberikan kesehatan gratis kepada buruh yang akan ditanggung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Edy Purnomo menegaskan, jumlah buruh sebanyak 114 juta orang sangat strategis dalam proses Pemilih Presiden. Jumlah buruh sebanyak itu, didominasi para pekerja di pabrik, pekerja toko dan kelompok yang bergantung hidupnya dari gaji perusahaan atau majikan. Komitmen Prabowo kepada buruh juga dibuktikan dengan menandatangani komitmen untuk memberikan kesehatan dan pendidikan gratis kepada buruh dan kepada anak buruh hingga perguruan tinggi, katanya. "Prabowo tidak hanya menjamin wajib belajar 12 tahun bagi anak Indonesia, tetapi juga memberikan pendidikan gratis kepada buruh dan anak buruh hingga universitas," katanya. Kalangan buruh juga sudah memberikan hitung-hitungan matematis kepada Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo- Hatta, M Mahfud MD, tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan komitmen menyejahterakan buruh. Biaya untuk layanan kesehatan gratis hanya Rp24 triliun per tahun sedangkan untuk membayar guru kontrak dan honorer membutuhkan Rp14 triliun per tahun. Untuk biaya pendidikan di perguruan tinggi bagi anak buruh hanya membutuhkan anggaran Rp9 trilun per tahun, dengan asumsi Rp600 ribu per bulan per orang. "Total tidak sampai Rp80 triliun, jadi ini tuntutan yang wajar dilakukan. Bayangkan saja untuk subsidi BBM menghabiskan Rp320 triliun dari APBN pertahun," katanya. Pemilu Presiden dan Wapres 9 Juli 2014 diikuti oleh pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
