Indosat Merasa Diuntungkan Axis Diakuisisi XL

id Indosat Merasa Diuntungkan Axis Diakuisisi XL

Jakarta, (Antara) - PT Indosat Tbk merasa diuntungkan Axis Telekom diakuisisi XL Axiata karena mengurangi pesaing mengingat Axis selama ini dianggap sebagai pesaing IM3.

"Kami justru beruntung Axis diambil oleh XL, Axis itu kan lawannya IM3, kami merasa diuntungkan Axis diambil oleh XL," kata Direktur Utama PT Indosat Tbk Alexander Rusli pada peluncuran "Gratis Nelpon dan SMS selama 24 jam" di Jakarta, Senin.

Alexander mengatakan konten Axis mirip dengan IM3, karena itu para pelanggan Axis banyak yang beralih ke IM3.

"Placing axis itu sama dengan IM3, jadi fokusnya berkurang terhadap pasar (XL) karena ada penambahan ke IM3," katanya.

Pada September 2013, XL Axiata dengan Saudi Telecom Company (STC) untuk mengakuisisi Axis Telekom Indonesia senilai USD 865 juta atau setara Rp8,7 triliun.

Kedua belah pihak akhirnya menandatangani perjanjian jual-beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA), dengan demikian maka "due diligence" terhadap entitas yang akan dibeli sudah bisa dilakukan.

Dalam CSPA antara XL dan STC itu dinyatakan XL membayar nilai nominal saham yang disepakati dan membayar sebagian dari hutang dan kewajiban Axis.

Hingga semester pertama 2013, Axis memiliki hutang senilai Rp11,06 triliun. Axis sendiri ditaksir sebesar 865 juta dolar AS dengan catatan buku keuangan Axis bersih dari hutang dan posisi kas nol (cash free and debt free) dalam CSPA.

Jika transaksi terjadi, harga pembayaran akan digunakan untuk membayar nilai nominal saham Axis serta membayar hutang dan kewajiban Axis.

Presiden Direktur dan CEO PT XL Axiata Tbk Hasnul Suhaimi menilai akuisisi XL terhadap Axis bakal menguntungkan pelanggan kedua belah pihak.

"Lebih dari 65 juta pelanggan akan diuntungkan melalui kualitas layanan yang lebih prima dan cakupan jaringan yang lebih luas," katanya.

Menurut dia, akuisisi Axis akan mendukung pengembangan industri telekomunikasi Indonesia, sekaligus menjadi referensi untuk ekspansi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan dan belanja modal yang efisien. (*/jno)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar