Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi: "Petempur Suriah" Prancis Ditahan di Jerman

Senin, 16 Juni 2014 09:54 WIB
Image Print

Berlin, (Antara/AFP) - Kepolisian federal Jerman Minggu mengumumkan penangkapan seorang warga negara Prancis yang diduga berjuang untuk pelaku jihad radikal di Suriah. Seorang juru bicara mengatakan kepada AFP, bahwa orang itu dijemput di Berlin Sabtu setelah terbang dari Istanbul, dan diyakini telah menghabiskan waktu di Suriah di mana ia diduga bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL). Satu sumber yang dekat dengan penyelidikan di Prancis menyebutnya sebagai Tewffik Bouallag, lahir 30 tahun lalu di Dreux di Prancis utara. Surat perintah penangkapan internasional atas tuduhan "konspirasi untuk melakukan tindakan teroris" dikeluarkan di Paris dua hari lalu, sumber tersebut menambahkan. Harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung Senin melaporkan orang itu terluka saat berperang di Suriah dan telah memposting beberapa foto dirinya dengan luka tembak di website Islam garis keras. Laporan itu menambahkan bahwa Pemerintah Jerman percaya orang itu kembali ke Eropa untuk merekrut para pejuang lainnya untuk Suriah, atau merencanakan serangan. Juru bicara itu menolak memberikan komentar, dan mengatakan bahwa polisi federal akan menyiarkan rincian lebih lanjut Senin. "Kita perlu untuk bertukar informasi dengan mitra internasional dulu," katanya. Penahanan tersebut terjadi karena kekhawatiran yang meningkat di Eropa tentang pertumbuhan ancaman keamanan nasional yang ditimbulkan oleh para pelaku jihad, yang kembali dari Suriah yang dilanda perang. Pada Sabtu, Prancis mengumumkan bahwa mereka mendeportasi seorang warga Tunisia yang dituduh merekrut para jihadis muda untuk bergabung dalam konflik. Polisi juga menduga serangan mematikan di Museum Yahudi di Brussels tiga pekan lalu dilakukan oleh warga Franco-Aljazair yang menghabiskan lebih dari satu tahun berjuang untuk jihad di Suriah. Pemerintah Prancis mengumumkan rencana anti-terorisme pada April untuk mencegah radikalisasi warga negara, menggagalkan rekrutmen online, dan membuat lebih sulit bagi calon pelaku jihad untuk meninggalkan negara itu ke Suriah. Badan pengawas keamanan dalam negeri Jerman baru-baru ini memperingatkan ancaman Islam garis keras yang kembali dari pertempuran perang saudara di Suriah. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026