
Soerya Optimis Jokowi-JK Menang di Sumatera

Batam, (Antara) - Koordinator Tim Pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla Wilayah Sumatera Soerya Respationo optimis pasangan calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla bisa mengumpulkan suara terbanyak di pulau itu dalam Pemilihan Presiden 2014. "Untuk Sumatera, kami optimis menang, angkanya belum berani disebutkan, tapi yang pasti, memang," kata Koordinator Tim Pemenangan Jokowi-JK wilayah Sumatera, Soerya Respationo di Batam, Minggu. Meskipun Sumatera bukan basis suara Joko Widodo dan Jusuf Kalla, ia yakin suaranya mampu mengalahkan suara calon presiden saingannya Prabowo-Hatta Rajasa di sembilan provinsi di Pulau Sumatera, kecuali di Provinsi Aceh. Cara dan sikap Jokowi dan JK dalam memimpin dipercaya dapat mengambil hati pemilih di Sumatera dalam Pemilu. "Kecuali Aceh, karena kami dengar Prabowo sudah melakukan gerakan di sana," kata pria yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau itu. Beberapa kepala daerah asal PDI Perjuangan di Pulau Sumatera akan membantu pemenangan Jokowi-JK di Sumatera, seperti Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi. "Para kepala daerah akan menjadi juru kampanye provinsi dan kabupaten. Jumlahnya saya tidak tahu pasti," kata pria yang juga Juru Kampanye Nasional Jokowi-JK. Soerya sendiri mengambil cuti empat hari kerja sejak pertengahan Juni hingga awal Juli 2014 untuk menjadi juru kampanye Jokowi-JK. Cuti Wakil Gubernur, yaitu pada Rabu 1 Juni 2014 untuk berkampanye di Lampung dan Kepri, Senin 16 Juni 2014 di Sumatera Selatan dan Kepri, Jumat 27 Juni 2014 di Bengkulu dan Kepri serta Jumat 4 Juli di Sumsel dan Kepri. Selain empat hari kerja itu, Soerya juga memanfaatkan Sabtu-Minggu di setiap pekan untuk berkampanye. "Tapi kalau hari Sabtu dan Minggu, tidak perlu cuti, hanya izin saja. Dan itu sudah boleh juga," kata Soerya. Ia meyakinkan, cutinya tidak akan mempengaruhi pembangunan di daerah. Dan Wagub juga tidak akan melupakan Kepri selama cuti, meskipun harus meninggalkan tugas sementara. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
