Beckenbauer Batalkan Kunjungan ke Brazil

id Beckenbauer Batalkan Kunjungan ke Brazil

Frankfurt, (Antara/AFP) - Legenda sepak bola Jerman Franz Beckenbauer membatalkan kunjungannya ke Piala Dunia di Brazil setelah FIFA menjatuhkan skors 90 hari untuk dirinya, terkait penyelidikan terhadap upaya pencalonan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, ucapnya kepada media Jerman, Sabtu. Pria 68 tahun itu, yang memenangi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih pada 1974 dan 1990, mengatakan kepada harian Bild bahwa ia tidak merasa dirinya akan disambut hangat setelah FIFA mengumumkan ia telah diskors karena menolak berbicara kepada para penyelidik perihal tudingan bahwa Qatar menyuap sejumlah pihak untuk mengamankan suara agar dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. "Saya tidak akan pergi ke Brazil," kata Beckenbauer, yang saat ini hanya memiliki gelar sebagai presiden kehormatan Bayern Munich. "Saya mendasarkan keputusan ini pada fakta bahwa saya tidak akan disambut hangat oleh FIFA." Beckenbauer, yang merupakan anggota dewan eksekutif FIFA pada 2010 ketika Rusia mendapat hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar mendapat hak serupa untuk Piala Dunia 2022, awalnya berencana pergi ke Brazil untuk menyaksikan pertandingan semi final. Beckenbauer menolak untuk bekerja sama dengan Michael Garcia, mantan jaksa negeri AS yang memimpin penyelidikan terhadap pemberian suara kepada Qatar dan hal-hal lain terhadap pemberian hak tuan rumah Piala Dunia 2018 kepada Rusia. Sanksi itu dijatuhkan oleh kamar juri Komite Etik FIFA karena melanggar kode etik FIFA, yakni "terlihat memiliki komitmen dan memberi keputusan pada masalah utama yang mungkin tidak diambil cukup dini." "Pelanggaran itu terlihat terkait dengan kegagalan Tuan Beckenbauer untuk bekerja sama dengan penyelidikan Komite Etik meski terdapat permintaan berulang-ulang untuk bantuannya, termasuk permintaan-permintaan bagi ia untuk menyediakan informasi pada wawancara secara pribadi atau respon terhadap pertanyaan berulang baik dalam bahasa Inggris dan Jerman," demikian bunyi pernyataan tersebut. Penyelidikan formal terhadap Beckenbauer sekarang telah dimulai oleh anggota kamar penyelidik Vanessa Allard, tambah pernyataan FIFA. Sorotan internasional jatuh pada penyelidikan Garcia menyusul tudingan-tudingan yang dilaporkan oleh surat kabar The Sunday Times, yang menyebutkan bahwa mantan petinggi sepak bola Qatar dan wakil presiden FIFA, Mohamed bin Hammam, telah membayar lebih dari lima juta dolar untuk mendapatkan dukungan bagi upaya pencalonan negaranya. Sanksi kepada Beckenbauer merupakan simbolisasi besar bahwa dirinya tidak lagi menjadi eksekutif FIFA, dan ia tidak lagi memiliki peran nyata di sepak bola Jerman. Bagaimanapun, karena rekornya saat masih bermain dan melatih serta perannya sebagai ketua komite Jerman yang mengorganisir Piala Dunia 2006, ia tetap sangat berpengaruh di sepak bola internasional. Pada wawancara dengan Bild, Beckenbauer mengatakan ia tidak menyembunyikan apa-apa, namun mengeluh bahwa Garcia menolak untuk memberi pertanyaan pada bahasa yang dipahaminya. "Saya sama sekali tidak menyembunyikan apa-apa dan saja juga jelas-jelas beropini bahwa harus ada sanksi bagi siapapun yang bertanggung jawab ketika terbukti ada tindakan korupsi," ucapnya kepada Bild. "Saya siap menjawab semua pertanyaan yang bersangkutan, namun mereka mengirimnya kepada saya dalam bentuk bahasa Inggris dengan bahasa hukum, yang tidak saya pahami dalam kasus yang kompleks ini." "Maka saya dengan sopan meminta agar wawancara itu dilakukan di Jerman dan saya ditolak. Maka saya berkata, 'Tidak apa-apa,'" tambah Beckenbauer. Beckenbauer mengatakan dirinya memiliki hak untuk tetap merahasiakan ke mana suara yang diberikannya pada pemilihan FIFA pada 2010. Namun ia menambahi, "Orang-orang dengan ingatan yang bagus akan ikan bahwa saya mendeklarasikan beberapa saat setelah (pengambilan suara) itu bahwa terpilihnya Qatar mengejutkan saya. Dan saya merupakan salah satu orang pertama yang mengatakan bahwa menyelenggarakan Piala Dunia di sana hampir mustahil dan itu semestinya dimainkan pada musim dingin." Menurut laporan media Inggris, yang mengutip ribuan surat elektronik terkait kasus ini, Beckenbauer pergi ke Qatar sebagai tamu Bin Hammam sebelum pengambilan suara 2010 dan bertemu dengan emir negara itu. Mereka menambahi bahwa ia kembali ke sana setelah pengambilan suara. (*/jno)