Logo Header Antaranews Sumbar

Dolar AS Melemah Setelah Data Penjualan Ritel Mengecewakan

Jumat, 13 Juni 2014 06:53 WIB
Image Print

New York, (Antara/Xinhua) - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data menunjukkan penjualan ritel AS pada Mei meningkat lebih rendah dari yang diperkirakan. Penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS naik 0,3 persen pada Mei menyusul revisi naik menjadi kenaikan 0,5 persen pada April, yang gagal memenuhi konsensus pasar, Departemen Perdagangan melaporkan pada Kamis. Dolar melemah terhadap euro untuk pertama kalinya dalam lima hari perdagangan, karena data penjualan ritel lamban menurunkan spekulasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Dalam laporan terpisah, Departemen Perdagangan mengatakan bahwa persediaan bisnis AS naik 0,6 persen pada April dari bulan sebelumnya, mengalahkan ekspektasi para analis. Selain itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 7 Juni meningkat 4.000 menjadi 317.000 pada basis yang disesuaikan secara musiman, kata Departemen Tenaga Kerja. Tetapi analis telah memperkirakan klaim pengangguran menurun pada minggu lalu. Sementara itu, dolar melemah terhadap yen Jepang karena bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), menahan diri dari perluasan stimulus moneter pada pertemuan kebijakan moneter Kamis. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,3564 dolar dari 1,3528 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,6837 dolar dari 1,6793 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,9423 dolar dari 0,9384 dolar. Dolar AS dibeli 101,67 yen Jepang, lebih rendah dari 102,03 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun menjadi 0,8977 franc Swiss dari 0,9001 franc Swiss dan bergerak turun menjadi 1,0854 dolar Kanada dari 1,0868 dolar Kanada. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026