
Jokowi Blusukan ke Kampung Nelayan Medan

Medan, (Antara) - Calon presiden Joko Widodo blusukan ke Kampung Nelayan Indah di Kecamatan Medan Labuhan, Selasa, untuk mengetahui kehidupan nelayan yang berada di pesisir timur Sumatera Utara itu. Capres yang sering dipanggil Jokowi itu tiba di Kampung Nelayan Indah, Selasa sore setelah meninjau pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo dan berdialog dengan ratusan guru di Medan. Dalam blusukan tersebut, capres yang didukung PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Hanura, PKB, dan PKPI itu mempertanyakan masalah yang sering dihadapi nelayan ketika menangkap ikan di laut. Samsudin, salah seorang warga Kampung Nelayan Indah mengatakan, nelayan Sumatera Utara selalu mengeluhkan operasional pukat harimau (trawl) yang banyak beroperasi. Selain mempersulit aktivitas nelayan tradisional, keberadaan pukat harimau tersebut juga berpotensi merusak biota laut sehingga dapat mengganggu perkembangbiakan ikan. Ironisnya, aktivitas pukat harimau tersebut bukan hanya beroperasi di pesisir pantai timur Sumut, melainkan pantai barat yang berhadapan langsung dengan samudera luas. "Harapan kami, pak Jokowi dapat membantu kami agar bisa memecahkan masalah ini," katanya. Menanggapi keluhan itu, Jokowi menilai permasalahan nelayan di seluruh Indonesia hampir sama meski di Sumatera Utara tingkat kerumitannya lebih kompleks. Salah satu solusi yang ditawarkan capres yang berpasangan dengan Jusuf Kalla tersebut adalah peningkatan pengawasan terhadap pemberlakuan berbagai aturan yang telah ada. "Semoga, kalau Tuhan menghendaki dan rakyat memberikan amanat kepada saya, masalah yang tadi disampaikan akan dicari pemecahannya, ujar Jokowi. Menurut catatan, pilpres yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2014 itu diikuti oleh dua bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan Jokowi-JK yang diusung PDI Perjuangan, Partai NasDem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI. Pasangan berikutnya, Prabowo Subianto-Hatta Radjasa diusung Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, PKS, PPP, dan PBB. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
