Logo Header Antaranews Sumbar

DKI Terus Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Jumat, 7 Desember 2012 16:51 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menyempurnakan sistem peringatan dini agar dampak banjir bisa dikendalikan dan diminimalkan, kata Wakil Kepala Dinas PU DKI Jakarta Tarjuki. "Jakarta sudah lama memiliki early warning system banjir. Kami mengutamakan peringatan dini dan mitigasi karena tidak ada negara di dunia ini yang berhasil mengatasi banjir," kata Tarjuki dalam diskusi bertajuk "Daerah Aliran Sungai Meredam Banjir" di Jakarta, Jumat. Namun, lanjut dia, bagaimana negara memitigasi dan menyelamatkan nyawa penduduk dari bencana banjir. "Setidaknya ada 4 sumber informasi tentang ancaman banjir. Pertama, prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Kalau cuaca buruk BMKG akan mengirimkan data daerah mana yang curah hujannya tinggi. Itu kita pakai sebagai pengambil keputusan," kata dia. Kedua, kata dia, prediksi pasang surut di Tanjung Priok. Ketiga, informasi dari pakar Meteorologi, dan keempat, informasi dari petugas pemantau ketinggian air di hulu. "Misalnya kalau tinggi permukaan air di Katulampa sudah mencapai siaga III saja, maka kita akan beritahu warga kalau 12 jam lagi akan ada air kiriman dari Bogor di sepanjang Ciliwung," kata dia. Ia mengatakan saat ini sudah ada 7 wilayah yang sudah mempunyai alat ketinggian banjir atau Peil Schall yaitu di Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, di Kali Ciliwung (2 alat), Kali Cipinang, dan Kali Sunter. Peil Schall adalah alat berbentuk penggaris yang mengukur debit air berpotensi menyebabkan banjir. Selain penyempurnaan sistim peringatan dini, lanjut dia, Pemprov juga berencana membangun Cengkareng Drain II. "Pembangunan tersebut diperkirakan memakan waktu sampai sepuluh tahun mengingat harus ada pembebasan lahan. Kehadiran Cengkareng Drain II akan memotong tiga kali sekaligus, antara lain Kali Angke, Kali Semanan dan Kali Mookevart . Sehingga, aliran di tiga kali ini dapat langsung dialirkan ke laut," kata dia. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026