
Bentrokan Tewaskan Sembilan Orang di Afghanistan

Kunduz, Afghanistan, (Antara/Xinhua-OANA) - Konflik Afghanistan telah menewaskan sembilan orang termasuk seorang anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF), pimpinan NATO, pada Kamis. Delapan korban tewas lagi meliputi empat polisi dan empat petempur Taliban, kata beberapa pejabat. Empat petempur Taliban termasuk seorang komandan lokal tewas saat personel keamanan menyerbu tempat persembunyian mereka di Kabupaten Dasht-e-Archi di Provinsi Kunduz, 250 kilometer di sebelah utara Kabul pada Kamis. "Satuan polisi yang didukung oleh Angkatan Darat melancarkan operasi pembersihan di beberapa bagian Kabupaten Dasht-e-Archi pada pagi ini. Sejauh ini empat petempur Taliban termasuk komandan mereka telah tewas," kata Kepala Polisi Provinsi Mustafa Mohsini kepada wartawan di Kunduz. Ia juga mengatakan tujuh gerilyawan lagi telah cedera. Operasi pembersihan, tambah Mohsini, akan dilanjutkan sampai gerilyawan terusir dari Kabupaten Dasht-e-Archi dan semua daerah bisa digabungkan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Gerilyawan Taliban yang telah meningkatkan kegiatan sejak dilancarkannya apa yang disebut serangan musim semi pada 12 Mei di Afghanistan belum mengeluarkan komentar. Seorang prajurit ISAF kehilangan nyawa dalam serangan gerilyawan di Afghanistan Timur pada Kamis, demikian isi pernyataan ISAF yang dikeluarkan di Kabul, Ibu KOta Afghanistan. "Anggota dinas Pasukan Bantuan Keamanan Internasional tewas akibat serangan pasukan musuh di Afghanistan Timur hari ini," kata pernyataan pasukan multinasional itu yang dikirim kepada media. Namun, pernyataan tersebut tidak menyebutkan identitas korban dan tempat pasti peristiwa itu. Ditambahkannya, "Kebijakan ISAF ialah menunda prosedur pengidentifikasian korban tewas sampai pemberitahuan kepada pemerintah nasional korban." Pada Kamis pagi, empat personel polisi termasuk seorang komandan polisi kabupaten kehilangan nyawa mereka saat bahan peledak meledak di Provinsi Ghazni, kata seorang pejabat lokal. "Dua ranjau dipasang oleh gerilyawan pada pagi ini di satu jalan di Kabupaten Waghaz, Provinsi Ghazni dan polisi, setelah mengetahui peledak mematikan itu, menjinakkan satu peledak. Mereka sedang sibuk menjinakkan peledak kedua ketika peledak meledak, menewaskan kepala polisi kabupaten Mohammad Qasim serta tiga pengawalnya di lokasi," kata juru bicara pemerintah provinsi Shafiq Nang kepada Xinhua. Seorang personel jagabaya menderita luka dalam ledakan tersebut, ia menambahkan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
