
JK: Aceh Tak Cukup dengan Perdamaian Tapi Kesejahteraan

Jakarta, (Antara) - Calon wakil presiden nomer urut 2 M Jusuf Kalla menegaskan Provinsi Aceh tidak cukup hanya dengan rasa aman dan damai namun juga harus lebih baik untuk memujudkan kesejahteraan. "Apa setelah damai ?. Apa Aceh cukup dengan damai, itu tak cukup. Aceh masih perlu jalan-jalan yang lebih baik, perlu sekolah, rumah sakit, tempat ibadah yang lebih baik. Dan kami, Jokowi-JK berkomitmen bekerja keras mewujudkan itu semua," kata cawapres M Jusuf Kalla pada kampanye dialogis di Sigli, Aceh , Kamis. Rombongan Cawapres M Jusuf Kalla didampingi Ny Mufidah Kalla serta mantan Ketum DPP PAN Sutrisno Bachir, politisi F-PDI-P Eva Kusuma Sundari, politisi Partai Hanura Yudhi Chrisnandi. Selain itu juga Ketum DPP NasDem Suryo Paloh, Ferry Mursidan Baldan, Sugeng Suparwoto. Kunjungan cawapres Jusuf Kalla ke Aceh dalam rangkan kampanye dialogis yang diselenggarakan di Sigli. Kampanye pasangan capres nomer 2 memulai kampanye dari ujung barat dan timur Indonesia. Capres Joko Widodo melakukan kampanye di Papua. Sedangkan Jusuf Kalla memulai kampanye diujung barat Indonesia, Banda Aceh. Menurut Jusuf Kalla, hanya ada dua daerah yang mendapatkan perhatian lebih, untuk membayar utang republik ke Aceh. "Aceh telah memberikan banyak sekali ke republik. Masih banyak utang Helsinki yang belum kita selesaikan. Masih ada beberapa aturan yang belum kita selesaikan dan itu akan kami (Jokowi-JK) selesaikan," kata Jusuf Kalla. Jusuf Kalla menjelaskan bahwa secara pribadi dirinya banyak bersinggungan dengan Aceh. Pertama, ketika menjabat sebagai Menko Kesra dirinya sering ke Aceh untuk mengunjungi para pengungsi akibat konflik. Kedua, ketika terjadi tsunami, sebagai Ketua Bakornas, Jusuf Kalla memimpin penyelamatan dan rekonstruksi Aceh. Ketiga, sebagai Wapres Jusuf Kalla memimpin perundingan damai Aceh di Helsinki. "Dan alhamdulillah saya bisa ikut menyelesaikan semua itu," kata Jusuf Kalla yang mendapat tepuk tangan ribuan masa yang hadir. Lebih lanjut Jusuf Kalla menjelaskan pada saat yang sama capres Jokowi berkampanye di ujung timur Indonesia, Papua. Sedangkan dirinya, cawapres M Jusuf Kalla memilih kampanye di ujung barat Indonesia, di Sigli, Nanggroe Aceh Darussalam. "Kenapa kami (Jokowi-JK) berdua memulai kampanye dari ujung timur dan barat?. Ini komitmen kami (Jokowi-JK) berdua bahwa Indonesia ini besar, maka untuk tetap besar harus bersatu dari Sabang sampai Merauke," kata Jusuf Kalla. Jusuf Kalla juga menjelaskan kenapa dirinya memilih kota Sigli. Menurut Jusuf Kalla dalam perjalanan sejarah kota Sigli menjadi pusat pergerakan dan pusat perjuangan rakyat Aceh. "Kenapa kami pilih Sigli. Karena Sigli merupakan detak jantung perjuangan politik, juga pergerakan bergetar dari sini. Karen aitu semoga perjuangan ini bergetar di seluruh Indonesia," kata Jusuf Kalla. Pilprews juga diikuti pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
