
PM Baru Libya Mulai Tugas Setelah Serbuan ke Gedung Pemerintah

Tripoli, (Antara/Xinhua-OANA) - Perdana Menteri baru Libya Ahmed Maitiq, bersama para menterinya, mengumumkan mereka mulai bertugas pada Senin malam (2/6), setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu kompleks pemerintah dan membersihkan jalan buat dia. Maitiq mengeluarkan satu pernyataan yang mengatakan kabinetnya mulai bekerja, meskipun pendahulunya Abdullah Thinni menolak untuk menyerahkan kekuasaan. Sebanyak 18 menteri Maitiq juga hadir dalam satu taklimat. Saat senja, sekelompok pria bersenjata menyerbu kompleks Pemerintah Libya, dan menuntut dilakukannya penyerahan kekuasaan kepada Maitiq, kata satu sumber keamanan. Puluhan anggota milisi dengan mengendarai beberapa kendaraan yang dilengkapi dengan senjata anti-pesawat menyerbu gerbang timur kompleks pemerintah dan meminta penjaga menyerahkan gedung itu kepada Maitiq, kata sumber tersebut. Gerilyawan itu tidak melepaskan satu tembakan pun. Mereka malah berunding dengan penjaga dan menyerahkan kepada mereka surat penugasan Maitiq yang disahkan oleh parlemen sebelum mengambil-alih gedung tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Maitiq, seorang pengusaha dari kota terbesar ketiga di Libya, Misrata, diambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri pada Mei, tapi ia segera ditantang oleh pendahulunya Abdullah Thinni dan sebagian politikus lain. Thinni menyebut pemungutan suara di Parlemen yang memilih Maitiq tidak sah dan sejak itu telah menolak untuk menyerahkan kekuasaan kepada Maitiq. Banyak pengulas mengatakan Libya secara teknis memiliki tiga perdana menteri --Maitiq, Thinni dan Ali Zeidan. Perdana menteri terakhir tersebut didepat oleh Parlemen pada Maret tapi masih mengklaim keabsahannya. Parlemen Libya telah menghadapi kebuntuan antar-kelompok kepentingan yang berbeda sejak protes rakyat 2011, yang menggulingkan penguasa negeri itu Muammar Gaddafi. Sementara itu Kepala staf Angkatan Darat Libya Mayor Jenderal Abdulaslam Jadallah Obeidi lolos dari upaya pembunuhan di Ibu Kota Libya, Tripoli, pada Senin, kata seorang juru bicara Angkatan Darat. Obeidi menjadi sasaran penembakan gencar di satu jalan raya di dekat pantai Tripoli. Pengawalnya balas-menembak, sehingga memaksa para penyerang melarikan diri, kata juru bicara tersebut. Tak seorang cedrea selama baku-tembak itu, dan identitas pria bersenjata tersebut masih belum diketahui. Obeidi, yang diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada Juli lalu, belum lama ini memihak Jenderal pengkhianat Khalifa Haftar, yang memainkan peran penting dalam penggulingan Gaddafi. Haftar telah memimpin serangkaian aksi militer terhadap pemerintah sementara di negeri tersebut dengan alasan "membersihkan pelaku teror" dan berusaha memaksa parlemen meletakkan jabatan. Ia menyatakan Kongres Nasional Umum adalah pendukung kaum fanatik dan mesti dimintai pertanggung-jawaban atas pembunuhan, penculikan dan serangan teror yang merajalela di Libya. Tindakan Haftar telah dikutuk oleh Parlemen sebagai "kudeta", tapi ia telah mendapat makin banyak sekutu belakangan ini, saat sebagian partai politik, pejabat militer dan kelompok bersenjata memperlihatkan dukungan mereka buat dia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
