Logo Header Antaranews Sumbar

Satu dari 10 Orang Australia Beli Obat Murah Lewat Internet

Senin, 2 Juni 2014 19:47 WIB
Image Print

Canberra, (Antara/Xinhua-OANA) - Lebih dari satu di antara 10 orang Australia yang berusia antara 18 dan 34 tahun telah membeli obat yang diresepkan secara daring dalam upaya menghemat uang, demikian laporan baru kesehatan yang diluncurkan pada Senin. Consumer Healt Management Trends Report menunjukkan sejumlah mengkhawatirkan orang yang mengambil resiko bagi kesehatan mereka dengan membeli obat melalui Internet. Penelitian, yang diawasi oleh Good Price Pharmacy Warehouse, juga memperlihatkan hampir separuh (46 persen) orang Australia telah menggunakan Internet untuk melakukan diagnosis diri sendiri sebab itu lebih cepat dan lebih murah ketimbang pergi ke praktisi umum (GP). Menurut anggaran baru dari pemerintah koalisi pada Mei, pasien mesti membayar tujuh dolar Australia --apa yang disebut "co-payment"-- per konsultasi dengan GP. Tindakan tersebut, yang digambarkan oleh pemerintah sebagai "sinyal harga rendah" dirancang agar pasien tidak mengklaim manfaat perawata medis bagi konsultasi yang tidak perlu, kata media setempat, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam. Namun, makin banyak orang mengatakan tindakan itu mungkin menjadi beban bagi hidup mereka. Anthony Yap, Direktur Good Price Pharmacy Warhouse, mengatakan temuan itu adalah indikator jelas mengenai sikap konsumen yang negatif terhadap biaya GP dan biaya resep yang tinggi. Menurut dia, dalam iklim ekonomi yang lemah ini, makin banyak konsumen mencari pilihan yang lebih murah untuk apa yang mereka anggfap sebagai layanan dan perawatan yang sangat mahal. "Biaya GP tujuh dolar dan peningkatan biaya tambahan resep yang diumumkan dalam anggaran pekan lalu tampaknya akan membuat makin banyak orang mencari nasehat kesehatan dan obat yang lebih murah secara daring," katanya. "Sayangnya, prospek pemotongan anggaran dan penghasilan sekali pakai yang lebih rendah membuat orang mengabaikan resiko yang berkaitan dengan membeli daring seperti produk palsu yang dapat membuat mereka malah sakit," ia menambahkan. Meskipun mayoritas orang telah memilih Internet ketimbang GP untuk memperoleh nasehat kesehatan, dokter dan ahli farmasi masih menempati posisi teratas di dalam daftar itu, ketika sampai pada masalah sumber informasi kesehatan yang paling dipercaya. Menurut temuan tersebut, lebih dari tiga-perempat orang Australia mengatakan mereka percaya pada GP mereka di atas yang lain bagi informasi dan nasehat kesehatan dibandingkan dengan cuma lima persen yang menyebut Internet sebagai sumber pilihan mereka. Laporan itu juga meneliti prilaku dan sikap konsumen mengenai obat herbal dan mengungkapkan peningkatan pilihan bagi obat alamiah sebagai pilihan bagi obat tanpa-kasir. Sebanyak 54 persen telah menggunakan obat alamiah untuk mengobati diri mereka sementara lebih delapan dari 10 (83 persen) mengaku obat alamiah berhasil baik atau lebih baik ketimbang obat yang diperoleh melalui resep atau lewat-kasir. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026