Jakarta (ANTARA) - Pemerhati anak Nahar memandang maraknya kasus kekerasan di daycare atau lembaga penitipan anak bukan disebabkan oleh satu sebab saja, melainkan banyak faktor, diantaranya faktor individu, kelembagaan, dan sistem yang lemah pengawasannya.
"Faktornya antara lain, pertama, kualitas dan kompetensi pengasuh yang rendah dapat ditemukan pada daycare yang tenaga pengasuhnya tidak memiliki pelatihan perkembangan dan hak anak, tidak memahami cara menangani perilaku anak secara positif, dan menggunakan cara instan seperti membentak, mengancam, atau kekerasan fisik," kata Nahar saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Kedua, beban kerja tinggi dan stres, misalnya rasio pengasuh dengan jumlah anak yang harus dilayani tidak seimbang, jam kerja panjang dan upah rendah, serta kelelahan emosional.
"Kondisi seperti ini dapat meningkatkan risiko ledakan emosi dan perlakuan kasar terhadap anak," kata Nahar.
Ketiga, lemahnya regulasi dan pengawasan.
"Tanpa kontrol, praktik buruk mudah terjadi dan berulang karena tidak semua daycare memiliki izin resmi. Standar operasional tidak diterapkan, dan minimnya pengawasan langsung dari pemerintah," kata mantan Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini.
Keempat, kurangnya sistem perlindungan anak, baik norma, struktur, dan proses dalam penyelenggaraan pengasuhan alternatif oleh lembaga asuhan anak.
"Beberapa kasus muncul karena mekanisme pengaduan belum diterapkan, CCTV atau monitoring terbuka masih ada hambatan, dan tentu anak belum mampu melaporkannya sendiri secara jelas, kecuali dengan bantuan orang tua atau pendamping anak," kata Nahar.
Kelima, kurangnya keterlibatan orang tua dalam melakukan kontrol eksternal dari keluarga karena berbagai faktor, seperti kepercayaan mutlak orang tua pada lembaga dan kesibukan orang tua.
Baru-baru ini terungkap kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha.
Kemudian daycare Baby Preneur di Banda Aceh juga terjerat kasus serupa. Polresta Banda Aceh telah menetapkan tiga pengasuh sebagai tersangka.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerhati ungkap sejumlah faktor penyebab kekerasan anak di daycare