Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berkomitmen mendukung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A kota setempat untuk menghadirkan program pembinaan demi mengubah perilaku para narapidana.

Hal itu dikatakan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, saat menghadiri acara serah terima jabatan Kepala Lapas Padang, di Padang, Kamis.

"Kami siap mendukung program pembinaan milik Lapas Padang agar perubahan perilaku narapidana selama menjalani masa hukuman bisa terwujud," kata dia.

Ia mencatat ada dua program pembinaan yang mendapatkan perhatian khusus pihaknya yaitu "Dari napi menjadi santri", dan gerakan Pramuka.

Program "Dari napi menjadi santri" dipandang sejalan dengan misi Kota Padang yaitu mewujudkan "Smart city" berbasis agama dan budaya.

Pemerintah kota setempat akan bersinergi dengan Lapas Padang untuk mendukung program tersebut, dirinya juga telah melakukan komunikasi awal dengan pimpinan Lapas serta Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumbar.

Program yang mengadopsi gaya pendidikan pesantren tersebut ditargetkan bisa menguatkan sisi spiritual narapidana, sehingga narapidana tidak kembali melakukan kejahatan setelah keluar dari penjara.

"Dengan adanya perubahan sikap dan perilaku itu kami mengharapkan angka kriminalitas di Padang juga bisa ditekan," harap dia.

Sementara itu untuk Gerakan Pramuka yang sudah diterapkan di seluruh jajaran Ditjen Pemasyarakatan Sumbar, Pemkot Padang juga dapat memberikan dukungan.

Selain menjabat Pj Sekda, Raju juga merupakan pengurus pada Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka 09 Kota Padang, sehingga bisa menggerakan Kwarcab untuk membantu.

Ia mengatakan pembahasan awal yang sudah dilakukan dirinya dengan pimpinan Ditjenpas Sumbar dan Kepala Lapas Padang yang baru yakni Ronaldo Devinci, akan dilanjutkan supaya terjalin sinergitas antara Lapas dengan Pemkot Padang.

Perhatian sengaja diberikan pemerintah karena mengingat dari jumlah penghuni Lapas Padang sebanyak 735 warga binaan, mayoritasnya adalah warga Padang.

Dukungan yang diberikan oleh Pemkot tersebut dapat berupa anggaran, atau penyediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumbar Kunrat Kasmiri mengatakan program pesantren adalah skema pendidikan yang digulirkan untuk menanamkan nilai-nilai agama dan rohani kepada warga binaan.

Sedangkan gerakan pramuka juga merupakan program pembinaan yang dilakukan oleh Pemasyarakatan, kini seluruh penjara yang ada di bawah naungan Ditjenpas Sumbar telah memiliki gugus depan.