Kabupaten Agam (ANTARA) - Penghuni hunian sementara (huntara) SD 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) antusias menonton Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Kementerian Agama RI.
"Kami sekeluarga sangat senang dan antusias menunggu kepastian 1 Ramadhan lewat saluran televisi," kata penghuni huntara SD 05 Kayu Pasak, Suparmanto di Kabupaten Agam, Selasa.
Suparmanto bersama istri dan satu anak laki-lakinya menonton siaran langsung Sidang Isbat di dalam huntara yang sudah ia tempati sejak 24 Januari 2026. Laki-laki asal Jawa Timur ini mengaku sangat senang karena masih bisa bertemu Ramadhan meskipun dalam suasana pemulihan bencana banjir bandang.
"Kami sekeluarga sangat senang menyambut datangnya bulan puasa. Istilahnya, sebagai umat Muslim kita bangga dan antusias datangnya bulan suci ini," ujar dia.
Senada dengan itu, Pesmi Ermi penghuni huntara lainnya mengaku gembira menyambut Ramadhan meskipun ia tidak pernah menyangka akan melaksanakan puasa 2026 di huntara sekaligus tanpa anak perempuannya yang turut menjadi korban banjir bandang.
"Mungkin ini ujian dari Allah, kami harus sabar dan kuat menghadapinya," ujar dia.
Kementerian Agama menyampaikan berdasarkan perhitungan astronomi, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa 17 Februari 2026 belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura).
Pemerintah Indonesia selama ini menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan hijriah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.
Hisab berfungsi sebagai informasi awal, sementara rukyat menjadi konfirmasi dalam sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, serta instansi terkait.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penghuni huntara di Agam antusias nonton Sidang Isbat