Pekalongan (ANTARA) - Kepolisian Resor Pekalongan telah memeriksa sembilan orang saksi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengungkap kasus penembakan terhadap Amat Muzakhim (56) yang merupakan suami Anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Sabtu (14/2) malam.

Kapolres Pekalongan Rachmad C Yusuf di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa proses pemeriksaan saksi, termasuk saksi korban sudah dilakukan secara maraton oleh tim penyidik.

"Tim penyidik dari Polres Pekalongan dan Ditreskrimum Polda Jateng sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di lapangan. Kurang lebih ada 9 orang saksi yang kami lakukan pemeriksaan secara maraton dan  sudah selesai semua," katanya.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga mengumpulkan serta menganalisa sejumlah rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Dari hasil sementara, pelaku diduga telah menguasai situasi sebelum melakukan aksinya. Dari beberapa rekaman CCTV yang kami kumpulkan dan hasil analisa, memang pelaku setelah dari lokasi kejadian itu langsung bergerak ke arah utara," katanya.

"Kami melihat bahwa pelaku sudah memetakan dan melakukan analisa di lapangan,".

Menurut dia, dalam rekaman tersebut, pelaku juga terlihat menggunakan sepeda motor dan sempat berputar-balik di sekitar lokasi sebelum melakukan penembakan dan meninggalkan tempat kejadian perkara.

Kemudian, terkait barang bukti, polisi menemukan proyektil di lokasi dan saat ini barang tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.

"Sementara untuk proyektil yang kami temukan di lokasi TKP. Kami masih melakukan pemeriksaan analisa oleh Bidlabfor Polda Jateng," katanya.

Ia mengatakan proyektil tersebut berbahan timah dan diindikasikan berasal dari senjata api, bisa rakitan ataupun revolver.

"Akan tetapi, kami masih menunggu kepastian hasil pemeriksaan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan rasa aman kepada korban dan keluarga, kami juga telah menempatkan personel untuk berjaga di rumah korban," katanya.

Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan. Hingga kini, identitas pelaku masih dalam tahap pendalaman oleh tim Resmob dan Ditreskrimum Polda Jateng.