Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah mengusulkan pembangunan dua jalan alternatif menuju Talu Kecamatan Talamau karena akses jalan utama saat ini banyak yang terban usai dilanda bencana akhir November 2025 lalu.

"Dua proposal pengajuan jalan alternatif telah kita sampaikan ke Pemerintah Provinsi. Mudah-mudahan dapat disetujui karena akses jalan provinsi sudah sangat rawan dan membahayakan pengendara," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pasaman Barat Bambang Sumarsono di Simpang Empat, Rabu.

Menurutnya dua jalan alternatif yang diusulkan itu adalah pertama, jalan Simpang MAN 1 Kajai sepanjang enam kilometer yang tembus ke Jembatan Panjang karena jalan di rimbo Kejahatan putus total saat kejadian bencana alam dan saya ini masih menempuh jalan darurat.

"Jalan darurat saat ini sangat rawan longsor karena berada pas di pinggir perbukitan. Dikhawatirkan jika hujan akan kembali longsor," katanya.

Jalan alternatif kedua ada di dekat Jembatan Panjang menuju Bangkok Talu sepanjang delapan kilometer. Jalan ini diusulkan karena setengah aspal jalan di Polong Anam sudah terban dan dikhawatirkan putus.

Pihaknya juga telah meninjau dua jalan alternatif itu bersama Bupati Pasaman Barat Yulianto beberapa waktu lalu.

"Kondisi jalan itu telah kami kunjungi. Saya ini kondisi jalan masih berlumpur dan belum dapat dilalui kendaraan secara umum," katanya.

Dia mengatakan keberadaan dua jalan alternatif itu sangat penting sebagai jalur darurat untuk memulihkan konektivitas antar wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta menjamin keselamatan warga saat terjadi bencana.

Bupati Pasaman Barat Yulianto juga telah membawa Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melihat kondisi jalan itu beberapa waktu lalu.

"Pada Selasa (20/1) kami juga telah menemui Gubernur Sumbar di Kota Padang membahas kelanjutan pembangunan dan pemulihan infrastruktur di Pasaman Barat," katanya.

Ia menjelaskan, saat terjadi bencana sebelumnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Talamau sempat terisolasi sehingga penyaluran bantuan mengalami kendala. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius kedepannya.

Dia menambahkan, hingga saat ini jalan tersebut baru dapat dilalui oleh kendaraan tertentu, sementara kendaraan masyarakat secara umum belum bisa melewati jalur tersebut dengan aman.