Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), memprioritaskan pembangunan di wilayah terjauh di daerah itu, salah satunya di Mapattunggul Selatan.
Usai mengadakan kunjungan ke Mapattunggul Selatan, Bupati Pasaman Welly Suhery pada Minggu mengatakan fokus pembangunan itu nantinya akan dikhususkan untuk segala sektor, seperti pendidikan, UMKM, kesehatan, dan peningkatan akses jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Dia menceritakan upaya awal yang telah dilakukan Pemkab Pasaman untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dari pemerintah pusat.
Pihaknya sebelumnya telah mengajukan permintaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan akses di seluruh daerah di Kabupaten Pasaman, termasuk Mapattunggul Selatan.
Awalnya, kata dia, pemerintah pusat telah memberikan komitmen untuk mengakomodir pembangunan tersebut. Namun ada regulasi baru sehingga anggaran yang dijanjikan pusat tersebut mengalami penundaan.
"Kami sudah perjuangkan ke pusat. Namun tiba-tiba regulasi berubah," ujarnya.
Meskipun ada perubahan regulasi, pihaknya tetap berkomitmen memperjuangkan pembangunan di kawasan terjauh di Pasaman dan memberikan layanan untuk masyarakat.
Upaya tersebut salah satunya akan dilakukan baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pasaman maupun dengan terus menggaet dana dari pemerintah pusat. Selain itu koordinasi juga akan dilakukan dengan lintas sektor.
Welly Suhery menjelaskan kondisi infrastruktur jalan di Mapattunggul Selatan ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan ada pula yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Meski begitu, kata dia, pihaknya akan melakukan pembangunan jalan pada ruas yang menjadi kewenangan pemkab.
Selain upaya melalui DAK, lanjutnya, Pemkab Pasaman juga bakal menerima anggaran pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus Fisik Dana Insentif Daerah (DAK Fisik DID) atau yang biasa disebut Dana Inpres.
Upaya ini telah berhasil diakomodir berkat sinergi lintas sektor untuk pembangunan Ruas Jalan Rumbai-Muaro Tais. Anggaran untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp35 miliar.