Padang (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Krismadinata mengingatkan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG), untuk menguasai perkembangan teknologi untuk memudahkan proses belajar.

"Dulu guru adalah sumber pengetahuan. Namun perubahan teknologi yang cepat, dapat menggerus guru sebagai sumber ilmu karena sudah digantikan oleh teknologi seperti kecerdasan buatan," kata Krismadinata dalam sambutannya pada kegiatan pengambilan sumpah dan yudisium lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Padang, Jumat.

Ia mengatakan selain perkembangan teknologi, perubahan kurikulum dan karakter siswa saat ini, menjadi tantangan yang harus dihadapi guru saat ini.

"Guru saat ini berperan sebagai fasilitator, bagaimana guru berada di tengah siswa mengajak siswa menjadi seorang pembelajar, tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan," lanjutnya.

Menurutnya, tantangan guru ke depan tidak hanya sekedar membagi ilmu, tapi juga mempraktekan ilmu yang dimiliki dan membaginya kepada siswa.

"Guru berperan menjadi lokomotif perubahan, katalisator kemajuan pendidikan masa depan, inovator yang kreatif dan relevan dengan zaman, dan juga role model budaya yang positif," sebutnya.

Selain itu guru juga harus bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi muridnya.

Dalam perkembangan dunia digital saat ini, guru juga harus memahami dan memiliki media sosial, yang digunakan untuk hal-hal positif.

"Jadi bagi lulusan guru, ini yang harus diterapkan nanti setelah selesai menjalani pendidikan di UNP ini," tambahnya.

Koordinator PPG UNP, Andromeda, menyebutkan kegiatan pengambilan sumpah dan yudisium hari ini, diikuti sebanyak 587 lulusan PPG.

Adapun lulusan yang mengambil sumpah dan yudisium yakni Program Studi Bahasa Indonesia sebanyak 6 orang, Bimbingan dan Konseling 99 orang, Ilmu Pengetahuan Alam 23 orang, dan Ilmu Pengetahuan Sosial 17 orang.

Kemudian Program Studi Informatika 136 orang, Kecantikan dan SPA 3 orang, Matematika 4 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar 98 orang, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 145 orang, dan Pendidikan Pancasila 1 orang.

Lalu Program Studi Sejarah 5 orang, Seni Budaya 25 orang, Teknik Konstruksi dan Perumahan 13 orang, Teknik Mesin 6 orang, dan Teknik Otomotif 6 orang.

"Program PPG dibiayai Kementerian Pendidikan Tinggi. Pesertanya merupakan lulusan S1 yang dinyatakan lolos mengikuti seleksi," katanya.


Pewarta : Melani Friati
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026