Padang (ANTARA) - Sebanyak 20 jurnalis dari berbagai media mengikuti uji kompetensi wartawan serta pelatihan jurnalistik bersama Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) di Pekanbaru, Riau, selama tiga hari sejak Rabu hingga Jumat (29/8).

"UKW adalah sarana bagi wartawan untuk meningkatkan profesionalisme serta pengetahuan diri," kata Penguji Magang LPDS Sri Darni di Pekanbaru, Kamis.

Ia menerangkan dua puluh wartawan peserta ujian kompetensi tersebut adalah hasil seleksi dari tiga provinsi yakni Sumatra Barat, Riau, dan Kepulaun Riau.

Pada awalnya terdapat puluhan wartawan yang mengusulkan nama sebagai calon peserta, nama-nama itu kemudian diseleksi oleh panitia hingga menyisakan dua puluh orang.

Pelaksanaan UKW yang diselenggarakan oleh LPDS itu didukung oleh Pegadaian Kantor Wilayah Pekanbaru beserta BPI Danantara.

Ada tiga tingkatan kompetensi yang diuji kepada puluhan peserta yakni wartawan muda, madya, dan utama.

Para penguji merupakan wartawan senior yang berada di LPDS yakni AA Ariwibowo, Lestantya R Baskoro, Kristanto Hartadi, Lahyanto Nadie, dan Priyambodo RH.

Sri Darni menyatakan bahwa setiap wartawan di Indonesia harus mengikuti ujian kompetensi sebagai pembuktian bahwa mereka telah berkompeten dalam menjalankan tugas profesi.

Salah satu peserta yang merupakan Wartawan Haluan Fauzi, mengatakan ujian tersebut penting baginya untuk menambah pengetahuan serta memperluas pemahaman terhadap kode etik profesi.

"Banyak ilmu dan pengetahuan yang bisa saya serap dari kegiatan ini, semoga nanti saya lulus dan memperoleh kompetensi," kata Fauzi yang mengambil tingkatan wartawan muda.

Sementara itu Kepala Pegadaian Kanwil Pekanbaru Eko Suprianto menjelaskan pemilihan LPDS sebagai lembaga penguji, karena kredibilitas dan pengalaman panjangnya dalam mengembangkan ekosistem pers di Indonesia.

Eko berharap kegiatan itu dapat menjadi  wadah untuk mempererat silaturahim dengan awak media, serta membentuk insan pers yang berkualitas dan profesional.

Wakil Dewan Pers Totok Suryanto ketika membuka acara secara daring menekankan bahwa UKW yang digelar LPDS bukan sekadar menilai kompetensi wartawan, namun juga memberikan cara pandang baru bagi peserta dalam menjalankan profesi sesuai kode etik.

Apalagi di tengah maraknya penerapan artificial intellegence (AI) yang cenderung tidak berimbang, serta menangkal berbagai bentuk informasi tidak benar atau hoaks.

 

 


Pewarta : Fathul Abdi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026