Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menargetkan penyaluran 15 ribu ton beras dengan harga murah kepada masyarakat hingga Desember 2025.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Polda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryana ketika meluncurkan "Gerakan Pangan Murah" untuk wadah menyalurkan beras murah kepada masyarakat di Markas Komando Brimbob pada Kamis (14/8).

"Kami targetkan hingga Desember nanti bisa menyalurkan sebanyak lima belas ribu ton beras medium kepada masyarakat dengan harga yang murah," kata Gatot di Padang.

Ia mengatakan dari target total tersebut, Polda Sumbar beserta jajaran bertekad menyalurkan minimal 200 ton beras dalam satu hari.

Pihaknya meyakini target itu bisa dicapai karena Polda Sumbar memiliki 19 Kepolisian Resor (Polres) serta Kepolisian Resor Kota (Polresta) di provinsi setempat.

Selain Polres atau Polresta, pihaknya juga memiliki 157 Kepolisian Sektor (Polsek) di seluruh wilayah Sumbar untuk melakukan penyaluran.

Gatot menerangkan ada beberapa langkah penyaluran yang telah disiapkan, pertama dengan sistem situasioner atau membentuk pasar murah di Kantor Polres, Polresta, ataupun Polsek.

Kedua adalah sistem mobile dimana personel Kepolisian menyambangi masyarakat untuk menjual beras dengan harga murah kepada masyarakat.

"Kami juga siapkan sistem lewat whatsapp, sehingga nanti warga bisa menghubungi nomor layanan lalu Polisi mengantarkan langsung ke alamat yang bersangkutan," jelasnya.

Ia mengatakan dalam program tersebut pihaknya bersinergi dengan Bulog Sumbar selaku instansi yang menyediakan pasokan beras murah.

Beras murah yang dimaksud adalah beras medium yang dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan penetapan pemerintah diketahui bahwa HET beras medium untuk wilayah Sumbar sebesar Rp13.100 per kilogram.

Sedangkan lewat pasar murah atau "Gerakan Pangan Murah" yang diluncurkan oleh Polda Sumbar, beras tersebut dijual seharga Rp60 ribu/lima kilogram.

"Penyaluran beras muraha akan dilakukan oleh Polda Sumbar beserta jajaran hingga akhir tahun nanti, semoga membantu masyarakat," jelasnya.

Ia mengatakan program itu hadir demi mendukung Program Presiden RI melalui Astacita untuk memberikan kesejahteraan masyarakat.

Sehingga masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah bisa membeli beras dengan harga yang terjangkau dan di bawah HET.