Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor pengendalian dan pencegahan penyakit sebagai upaya memperkuat sinergi antar instansi dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Wakil Bupati Yulian Efi, di Padang Aro, Rabu, mengatakan kegiatan ini merupakan momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengawal tiga agenda prioritas nasional di bidang kesehatan.
"Tiga program utama yang menjadi fokus kita adalah pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TBC sebesar 50 persen hingga tahun 2029, serta rumah sakit yang lengkap dan berkualitas," ujarnya.
Dari tiga program ini katanya, semua pihak punya peran masing-masing dan harus terus berpacu untuk mencapainya.
Rakor ini juga menjadi tindak lanjut dari transformasi sektor kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI pasca-pandemi COVID-19.
Menurut dia, masyarakat semakin menyadari pentingnya kesehatan dan pemerintah harus hadir untuk menjawab kebutuhan itu secara konkret tersebut.
"Kita harus membuat masyarakat merasakan bahwa kehadiran pemerintah itu nyata, khususnya dalam pelayanan kesehatan," katanya.
Rakor ini juga upaya menyelaraskan program pemerintah kabupaten dengan nasional menuju Indonesia Emas 2045 ke dalam aksi nyata di tingkat daerah.
"Kami berharap, di akhir tahun 2025 Solok Selatan bisa menjadi kabupaten dengan capaian program TBC dan pemeriksaan gratis tertinggi dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat dan semua itu hanya bisa dicapai dengan dukungan lintas sektor yang serius dan berkelanjutan, ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan di bidang kesehatan semakin kompleks. Penyakit menular seperti demam berdarah dan TBC, maupun penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, memerlukan perhatian bersama, oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat.
"Pencegahan tentu lebih baik dan lebih murah dibandingkan pengobatan, butuh edukasi pola hidup sehat dan peningkatan kesadaran masyarakat adalah langkah strategis yang harus kita dorong bersama," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Pendewal mengatakan beberapa kegiatan yang dijalankan diantaranya pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas, penurunan kasus TB dan kasus menular lainnya serta juga fokus pada peningkatan mutu layanan rumah sakit.
Dia berharap, stakeholder lintas sektor dapat menyusun langkah-langkah konkret dan operasional, bukan hanya sebagai wacana.