Kediri (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur, menangani kasus warga meninggal dunia yang diduga karena minuman keras (miras oplosan).

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan saat in pihaknya masih menyelidiki perkara ini. Korban adalah warga Dusun Gadungan Timur, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

"Kami menerima laporan dari masyarakat, beberapa orang diduga mengalami keracunan minuman beralkohol jenis oplosan. Kami mendapatkan informasi ada yang meninggal, kemudian dua orang lagi sempat dilarikan ke rumah sakit, dan salah satunya meninggal dunia," katanya di Kediri, Selasa.

Ia menjelaskan kasus itu menyebabkan dua orang meninggal dunia, serta satu orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Korban meninggal pertama pada Senin (28/7), korban kedua pada Selasa (29/7) dan satu masih dirawat di rumah sakit, sehingga total korban yang terlaporkan ada tiga orang.


Korban pertama yang meninggal adalah Pornomo (43), yang merupakan paman dari dua korban lainnya. Dia meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Kemudian, korban meninggal kedua adalah Deta Wirapratma (23). Ia sempat dilakukan perawatan intensif di ICU RS Kabupaten Kediri (RSKK) Pare hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari.

Korban ketiga adalah Agung Winarko (21) adik dari almarhum Deta. Saat ini yang bersangkutan masih dirawat secara intensif di ruang ICU RSKK Pare.

Polisi juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tersebut. Polisi juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi atas kasus itu.

"Kami sudah pemeriksaan sejumlah saksi dan saat ini jenazah dai almarhum sudah dievakuasi untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara," kata dia.

Ia menambahkan, polisi berkomitmen penuh untuk mengusut perkara ini secara prosedural dan profesional.

"Kami mengedepankan berbasis ilmiah. Dan saat in masih didalami," kata dia.

Sementara itu, paman korban Subakri, mengaku awalnya tidak tahu kejadian yang menimpa tiga kerabatnya itu. Ia kemudian dihubungi istrinya untuk membantu mengurusi kerabatnya yang meninggal dunia.

Ia juga mendengar mereka mabuk dan menonton kegiatan sound. Namun, asal minuman dari mana, ia tidak tahu.

"Semua korban masih saudara pak lik (paman) dan kemenakan. Satu masih di ruang ICU. Saya kejadiannya tidak tahu, jam 03.30 WIB tadi pagi dihubungi diminta ke rumah sakit," kata dia.

Dirinya berharap agar kerabatnya itu segera pulih dari sakitnya.


 


Pewarta : Asmaul Chusna
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026