Bukittinggi (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi mengoptimalkan pelaksanakan Operasi Patuh Singgalang 2025 untuk antisipasi pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Operasi rutin tahunan itu berlangsung selama dua pekan hingga 28 Juli 2025.
Kasat Lantas Polresta Bukittinggi AKP Muhammad Irsyad Fathurrachman, mengatakan, operasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
“Seperti dengan kegiatan yang sama di tahun-tahun sebelumnya, penindakan dilakukan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” kata AKP Irsyad, Rabu (16/7).
Menurutnya penegakan hukum difokuskan pada sejumlah pelanggaran prioritas, antara lain, menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi atau mengendarai kendaraan di bawah umur, pengendara motor berboncengan lebih dari satu orang.
Selanjutnya pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi mobil tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas, dan melebihi batas kecepatan.
"Selain itu, pengendara wajib membawa dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Pelanggaran terhadap ini semua akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Muhammad Irsyad Fathurrachman menyebut untuk memaksimalkan Operasi Patuh Singgalang, Satlantas Polresta Bukittinggi menurunkan seluruh personel sebanyak 54 orang, juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan, Samsat, Jasa Raharja, dan TNI POM.
“Kita mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan, dan mematuhi seluruh aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” kata dia.
Strategi pelaksanaan operasi sambung Muhammad Irsyad Fathurrachman, juga mencakup pendekatan edukatif dan persuasif.
Polresta Bukittinggi mengedepankan langkah preemtif dan preventif di awal pelaksanaan, yang kemudian akan dilanjutkan dengan penindakan hukum (gakkum) terhadap pelanggaran lalu lintas yang berisiko tinggi.
“Semoga operasi ini mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas. Tertib di jalan bukan hanya soal aturan, tapi juga bentuk budaya dan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025, Muhammad Irsyad Fathurrachman berharap, kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas semakin meningkat, angka kecelakaan menurun, dan pelanggaran lalu lintas di Kota Bukittinggi juga berkurang secara signifikan.
“Masyarakat diminta menyambut Operasi Patuh Singgalang ini dengan tertib, dan sadar hukum, demi menciptakan lalu lintas yang aman dan lancar di wilayah hukum Polresta Bukittinggi,” pungkasnya.