Padang Aro (ANTARA) - Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Sumatera Barat Netti Muharni mengukuhkan pengurus bundo kanduang Kabupaten Solok Selatan periode 2025-2029, Rabu. 

Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Netti Muharni, di Padang, Aro, mengatakan peran Bundo Kanduang sebagai pengawal nilai budaya yang bersifat esensial saat ini.

"Bundo Kanduang punya posisi sentral dan tidak dapat dipisahkan dari budaya Minangkabau, dengan sistem matrilineal yang telah mampu menjawab tantangan," katanya.

Pengukuhan PBKM Kabupaten Solok Selatan berdasarkan Surat Keputusan Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Sumatera Barat, yang menetapkan Ketua Bundo Kanduang Solok Selatan Wirna Lensi. 

Pengukuhan dilakukan setelah sebelumnya dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Bundo Kanduang ke-IV di Aula Sarantau Sasurambi Kantor Bupati Solok Selatan.

Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi menyebutkan bundo kanduang mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat.

"Peran aktif bundo kanduang sebagai peran asuh perlu dijaga tanpa terkontaminasi oleh budaya luar," ujarnya. 

Menurut dia, bundo kanduang yang menganut sistem matrilineal, sangat penting keberadaannya di Minangkabau termasuk pula dalam proses pembangunan Kabupaten Solok Selatan.

Peran bundo kanduang katanya, sangat penting dengan menempatkan posisinya untuk membantu program-program pemerintah, seperti dalam hal pembebasan tanah untuk kepentingan masyarakat.