COP29, PLN dorong kolaborasi global perkuat energi hijau di Tanah Air
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berdiri di atas lahan 80 hektare di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu proyek kolaborasi yang berhasil dibawa PLN dari Konferensi United Nations Framework Convention on Climate Change ke-28 (COP28) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) tahun lalu. PLTS ini memasok listrik hijau ke IKN dan diproyeksikan akan mencapai kapasitas maksimum 50 megawatt (MW) di akhir 2024. Dalam proses pengembangannya, PLN melalui subholding PLN Nusantara Power bekerja sama dengan perusahaan energi asal Singapura, Sembcorp. (ANTARA/HO-PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN mengemban pesan penting kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi.
Terkait ini, PLN telah menegaskan komitmennya untuk menyediakan energi hijau yang efisien dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
"Komitmen ini mencerminkan ambisi Indonesia dalam menciptakan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan melalui transformasi energi," kata Darmawan.
Darmawan menyatakan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam bidang investasi, teknologi, dan regulasi untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Menurut Darmawan, pembangunan energi terbarukan akan memaksimalkan potensi energi dalam negeri, mendukung pengembangan industri hilir, serta membuka lebih banyak lapangan kerja.
“PLN terus berkomitmen untuk memperkuat kapasitas nasional dalam menciptakan lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis bahwa Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam transisi energi bersih di kawasan ini,” kata Darmawan.
Saat ini PLN telah berkomitmen melakukan penambahan kapasitas pembangkit 75% berbasis energi baru terbarukan (EBT) di tahun 2040.
Untuk bisa mengakselerasi target ini, PLN perlu membangun jaringan transmisi yang mampu menghubungkan sumber energi bersih yang terletak jauh dari pusat "demand" saat ini.
Oleh karena itu, pada perhelatan COP29, PLN juga akan mengajak keterlibatan global dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia, seperti pembangunan pembangkit hijau dan transmisi "Green Enabling Super Grid". Melalui "Green Enabling Super Grid", sumber-sumber energi terbarukan yang tersebar di Indonesia dapat dioptimalkan untuk melayani perkembangan "demand" listrik dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih.
"Perubahan iklim adalah permasalahan global yang harus dihadapi bersama-sama. Oleh karena itu, PLN tidak dapat memikul beban ini sendirian, satu-satunya cara untuk menghadapi perubahan iklim adalah melalui kolaborasi," tutup Darmawan.
Pewarta : Rls-Nancy
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pimpin delegasi Indonesia di COP29, Hashim Djojohadikusumo pikat pendanaan hijau EUR 1,2 miliar sektor kelistrikan
05 December 2024 17:12 WIB, 2024
Dari COP29 Azerbaijan, PLN boyong lima kerja sama strategis untuk transisi energi di Tanah Air
19 November 2024 8:21 WIB, 2024
Pada COP29, PLN paparkan strategi dorong pertumbuhan ekonomi melalui swasembada energi berkelanjutan
15 November 2024 19:41 WIB, 2024
COP29 Azerbaijan: PLN galang kolaborasi global untuk transisi energi menuju swasembada energi berkelanjutan
13 November 2024 10:18 WIB, 2024
Indonesia siap jajaki potensi kerja sama perdagangan karbon di COP29
29 October 2024 20:27 WIB, 2024