Sumbar komitmen menuju Provinsi Ekonomi Kreatif
Kamis, 31 Oktober 2024 15:44 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda. Pemerintah Provinsi komitmen menjadikan daerah ini sebagai provinsi ekonomi kreatif (Antara/Al Fatah)
Bukittinggi (ANTARA) - Dinas Pariwisata Sumbar menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Peta Jalan (Roadmap) pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) daerah di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Kamis (31/10).
FGD yang digelar bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNP ini diikuti Dinas Pariwisata kabupaten/kota, akademisi, perbankan, komunitas, pelaku bisnis dan media.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekraf yang besar dan berada di urutan ketiga di dunia dengan nilai tambah Rp 1,3 triliun.
"Begitu juga Sumbar. Kontribusi terhadap PDRB itu 8,64 persen. Untuk memaksimalkan potensi besar itu, Dinas Pariwisata Sumbar menyiapkan rencana induk, roadmap dan regulasi ekraf," kata Luhur.
"Berdasarkan UU nomor 24 tahun 2019 tentang ekonomi kreatif, kita diamanatkan menyusun pedoman untuk pengembangan ekraf. Kita berharap ini nantinya menjadi pedoman bagi pelaku untuk mengembangkan produk ke depan," katanya.
Direncanakan, setelah FGD awal ini akan dilanjutan FGD kedua di Padang. Nantinya akan dihimpun masalah dan masuk-masukan sebelum lahirnya regulasi ekonomi kreatif.
"Kita berharap ekonomi kreatif bisa berakselerasi dengan cepat. Sumbar dan kabupaten/kota menjadi provinsi kreatif," terangnya.
Menurut Luhur, perkembangan ekraf di Sumbar sangat pesat. Pada 2023, terdata ada 2.469 pelaku.
"Ekonomi kreatif itu ada 17 sektor dan semuanya ada di sumbar. Unggulan kita 3, kuliner, fashion dan kriya. Lokomotif ada 2, sisanya pendukung," jelasnya.
Ketua Tim Ahli Penyusunan Roadmap Ekraf Sumbar, Harris Satria mengatakan, FGD akan dilakukan 2 kali. Kegiatan ini kerjasama Pemprov Sumbar dengan LPPM UNP.
"Peserta berasal dari 19 kabupaten/kota, perwakilan bisnis, pemerintah, akademisi dan media," katanya.
FGD ini kata Harris, bertujuan untuk mencari tahu ekraf sektor unggulan, lokomotif dan pendukung.
FGD menghadirkan narasumber, Wakil Ketua Komite Ekraf Kota Malang, Vicky Arief dan Ketua LPPM UNP, Prof Anton Komaini.
FGD yang digelar bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNP ini diikuti Dinas Pariwisata kabupaten/kota, akademisi, perbankan, komunitas, pelaku bisnis dan media.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekraf yang besar dan berada di urutan ketiga di dunia dengan nilai tambah Rp 1,3 triliun.
"Begitu juga Sumbar. Kontribusi terhadap PDRB itu 8,64 persen. Untuk memaksimalkan potensi besar itu, Dinas Pariwisata Sumbar menyiapkan rencana induk, roadmap dan regulasi ekraf," kata Luhur.
"Berdasarkan UU nomor 24 tahun 2019 tentang ekonomi kreatif, kita diamanatkan menyusun pedoman untuk pengembangan ekraf. Kita berharap ini nantinya menjadi pedoman bagi pelaku untuk mengembangkan produk ke depan," katanya.
Direncanakan, setelah FGD awal ini akan dilanjutan FGD kedua di Padang. Nantinya akan dihimpun masalah dan masuk-masukan sebelum lahirnya regulasi ekonomi kreatif.
"Kita berharap ekonomi kreatif bisa berakselerasi dengan cepat. Sumbar dan kabupaten/kota menjadi provinsi kreatif," terangnya.
Menurut Luhur, perkembangan ekraf di Sumbar sangat pesat. Pada 2023, terdata ada 2.469 pelaku.
"Ekonomi kreatif itu ada 17 sektor dan semuanya ada di sumbar. Unggulan kita 3, kuliner, fashion dan kriya. Lokomotif ada 2, sisanya pendukung," jelasnya.
Ketua Tim Ahli Penyusunan Roadmap Ekraf Sumbar, Harris Satria mengatakan, FGD akan dilakukan 2 kali. Kegiatan ini kerjasama Pemprov Sumbar dengan LPPM UNP.
"Peserta berasal dari 19 kabupaten/kota, perwakilan bisnis, pemerintah, akademisi dan media," katanya.
FGD ini kata Harris, bertujuan untuk mencari tahu ekraf sektor unggulan, lokomotif dan pendukung.
FGD menghadirkan narasumber, Wakil Ketua Komite Ekraf Kota Malang, Vicky Arief dan Ketua LPPM UNP, Prof Anton Komaini.
Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sawahlunto perkuat fungsi rest area Muaro Kalaban untuk fasilitas publik dan ekonomi
01 April 2026 18:19 WIB
Wawako Pariaman tekankan pengadaan barang dan jasa harus berdampak pada ekonomi daerah
31 March 2026 15:18 WIB
Bukittinggi perkuat transformasi kota terintegrasi menuju pertumbuhan ekonomi berkualitas
30 March 2026 18:24 WIB
Gubernur Mahyeldi buka Pacu Kuda Padang Pariaman 2026, dorong pariwisata dan ekonomi daerah
29 March 2026 10:17 WIB
Wawako Maigus Nasir : Bantuan pangan Bulog bantu jaga stabilitas ekonomi daerah
18 March 2026 22:22 WIB