Pemkot Bukittinggi ajak warga beralih ke identitas kependudukan digital
Rabu, 9 Oktober 2024 10:54 WIB
Penjabat Wali Kota Bukittinggi, Hani Syopiar Rustam memperlihatkan aplikasi identitas kependudukan digital. Pemerintah Kota Bukittinggi mengajak warga beralih penggunaan E-KTP ke IKD. (Antara/Pemkot Bukittinggi)
Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi mensosialisasikan sekaligus mengajak warga daerah setempat untuk mengalihkan penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) fisik ke identitas kependudukan digital (IKD).
Pjs Walikota Bukittinggi, Hani S Rustam mengajak seluruh warga Kota Bukittinggi untuk beralih ke IKD yang menurutnya dengan adanya aplikasi IKD maka segala akses akan lebih mudah daripada menggunakan identitas fisik KTP-el
"Menggunakan IKD, saya yakin, bukan hanya pelayanan yang semakin mudah tetapi masyarakat juga akan lebih mudah ketika melakukan transaksi pelayanan publik atau privat hanya melalui telepon genggam," kata Hani, Rabu.
Ia mengatakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) adalah informasi elektronik yang dapat digunakan sebagai pengganti KTP-el dalam Pemilu 2024.
IKD merujuk pada sistem identitas digital yang digunakan untuk menggantikan KTP fisik.
IKD menggunakan aplikasi berbasis smartphone yang memungkinkan individu untuk mengakses dan membuktikan identitas mereka secara elektronik.
"Ayo seluruh warga Kota Bukittinggi, mari kita gunakan identitas kependudukan digital. Banyak manfaatnya, mengurus apapun hanya dengan melalui handphone, semua bisa terealisasi," kada Hani.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bukittinggi ikut membuka stand ayo beralih ke IKD dalam memperingati World Walking Day tahun 2024 di Gapura Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah.
"Produk Identitas Kependudukan Digital (IKD) berupa aplikasi Digital ID. Aplikasi ini bisa diunduh di Play Store untuk Android dan di Apple App Store untuk pengguna IOS," pungkas Hani.
Pjs Walikota Bukittinggi, Hani S Rustam mengajak seluruh warga Kota Bukittinggi untuk beralih ke IKD yang menurutnya dengan adanya aplikasi IKD maka segala akses akan lebih mudah daripada menggunakan identitas fisik KTP-el
"Menggunakan IKD, saya yakin, bukan hanya pelayanan yang semakin mudah tetapi masyarakat juga akan lebih mudah ketika melakukan transaksi pelayanan publik atau privat hanya melalui telepon genggam," kata Hani, Rabu.
Ia mengatakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) adalah informasi elektronik yang dapat digunakan sebagai pengganti KTP-el dalam Pemilu 2024.
IKD merujuk pada sistem identitas digital yang digunakan untuk menggantikan KTP fisik.
IKD menggunakan aplikasi berbasis smartphone yang memungkinkan individu untuk mengakses dan membuktikan identitas mereka secara elektronik.
"Ayo seluruh warga Kota Bukittinggi, mari kita gunakan identitas kependudukan digital. Banyak manfaatnya, mengurus apapun hanya dengan melalui handphone, semua bisa terealisasi," kada Hani.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bukittinggi ikut membuka stand ayo beralih ke IKD dalam memperingati World Walking Day tahun 2024 di Gapura Adaik Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah.
"Produk Identitas Kependudukan Digital (IKD) berupa aplikasi Digital ID. Aplikasi ini bisa diunduh di Play Store untuk Android dan di Apple App Store untuk pengguna IOS," pungkas Hani.
Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Kementerian Kebudayaan RI dukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
11 February 2026 15:16 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB