BMKG: Sekolah Lapang Iklim jadi solusi adaptasi perubahan iklim
Selasa, 11 Juni 2024 16:16 WIB
Kelompok Tani Raperta melakukan tanam perdana di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Selasa (11/6/2024). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Padang (ANTARA) - Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengatakan Sekolah Lapang Iklim menjadi solusi adaptasi terhadap perubahan iklim untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan khususnya di sektor pertanian.
"Sekolah Lapang Iklim ini kita lakukan secara bergilir untuk membantu para petani terutama menghadapi dampak perubahan iklim," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Provinsi Sumbar Heron Tarigan di Padang, Selasa.
Khusus di Ranah Minang, Stasiun Klimatologi Kelas II telah menjalankan Sekolah Lapang Iklim di beberapa lokasi di antaranya Kabupaten Solok, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, dan Kota Padang.
Memasuki masa transisi, BMKG mengimbau petani lebih bijak dengan memahami iklim dan cuaca melalui keberadaan Sekolah Lapang Iklim.
Langkah yang dapat dilakukan petani yakni menyimpan pasokan air hujan ke suatu tempat seperti embung dan sejenisnya. Sehingga ketika musim kemarau petani tidak kesulitan mencari sumber air.
BMKG memprediksi musim kemarau di Provinsi Sumbar terjadi pada dasarian 1 Juni 2024 dengan puncaknya Juli 2024. Namun, dalam kurun waktu itu belum semua wilayah terdampak kekeringan.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar Afnelly mengatakan Sekolah Lapang Iklim merupakan strategi untuk mempercepat dan meningkatkan pemahaman mengenai cuaca dan iklim di tingkat petani.
Sekolah Lapang Iklim tidak hanya penting untuk memberikan pemahaman tentang iklim berbasis pembelajaran modul, namun juga bisa dimanfaatkan untuk mengawal pertanian selama satu musim tanam khususnya komoditas padi.
"Jadi, Sekolah Lapang Iklim menjadi solusi adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian guna mengurangi dampak buruk perubahan iklim," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Sekolah Lapang Iklim jadi solusi adaptasi perubahan iklim
"Sekolah Lapang Iklim ini kita lakukan secara bergilir untuk membantu para petani terutama menghadapi dampak perubahan iklim," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Provinsi Sumbar Heron Tarigan di Padang, Selasa.
Khusus di Ranah Minang, Stasiun Klimatologi Kelas II telah menjalankan Sekolah Lapang Iklim di beberapa lokasi di antaranya Kabupaten Solok, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, dan Kota Padang.
Memasuki masa transisi, BMKG mengimbau petani lebih bijak dengan memahami iklim dan cuaca melalui keberadaan Sekolah Lapang Iklim.
Langkah yang dapat dilakukan petani yakni menyimpan pasokan air hujan ke suatu tempat seperti embung dan sejenisnya. Sehingga ketika musim kemarau petani tidak kesulitan mencari sumber air.
BMKG memprediksi musim kemarau di Provinsi Sumbar terjadi pada dasarian 1 Juni 2024 dengan puncaknya Juli 2024. Namun, dalam kurun waktu itu belum semua wilayah terdampak kekeringan.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar Afnelly mengatakan Sekolah Lapang Iklim merupakan strategi untuk mempercepat dan meningkatkan pemahaman mengenai cuaca dan iklim di tingkat petani.
Sekolah Lapang Iklim tidak hanya penting untuk memberikan pemahaman tentang iklim berbasis pembelajaran modul, namun juga bisa dimanfaatkan untuk mengawal pertanian selama satu musim tanam khususnya komoditas padi.
"Jadi, Sekolah Lapang Iklim menjadi solusi adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian guna mengurangi dampak buruk perubahan iklim," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Sekolah Lapang Iklim jadi solusi adaptasi perubahan iklim
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
GAW Kototabang gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik bersama Pemkot Bukittinggi
18 November 2025 10:47 WIB
Bupati Rusma Yul Anwar lakukan Temu Teknologi Sekolah Lapang Padi di Gapoktan Langong Koto Barapak
04 June 2024 12:49 WIB, 2024
BMKG terapkan teknologi MTOT di Sekolah Lapang Iklim Padang Pariaman
14 September 2023 11:50 WIB, 2023
Sekolah lapang iklim operasional mampu tingkatkan kuantitas pertanian di Solok
02 August 2023 11:13 WIB, 2023
LPM Kelurahan Tanah Lapang Sawahlunto masuk enam besar terbaik Provinsi
22 August 2022 21:08 WIB, 2022
Pertanian dan perikanan terancam La Nina akhir 2021, BMKG: Hujan lebat rusak tanaman, nelayan tak bisa melaut
29 October 2021 5:45 WIB, 2021
Nelayan diminta waspadai potensi cuaca ekstrem jelang peralihan musim
22 September 2021 10:23 WIB, 2021