Kemendikbudristek: Transformasi pendidikan untuk capai Indonesia Emas
Kamis, 30 Mei 2024 15:02 WIB
Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Sumatera Barat membaca informasi terkait dunia kerja pada kegiatan Kampus Merdeka Fair 2024 di Padang, Kamis (30/5/2024). Antara/Fandi Yogari.
Padang (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyampaikan transformasi pendidikan ditujukan untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.
"Salah satu arah pembangunan RPJPN 2025-2045 adalah transformasi sosial dalam bentuk pendidikan berkualitas yang merata," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie di Padang, Sumatera Barat, Kamis.
Menurut Prof Tjitjik, pendidikan yang berkualitas akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing Bangsa Indonesia dalam menghadapi era global yang berbarengan dengan Revolusi Industri 4.0 dan disrupsi teknologi.
Kemajuan teknologi, lanjutnya, mengharuskan perguruan tinggi di Tanah Air untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa lewat terobosan yang lebih maju dari praktik sebelumnya.
Tujuannya, kata dia, agar perguruan tinggi bisa sesegera mungkin menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan dunia kerja. Salah satu upaya pemerintah lewat Kemendikbudristek ialah menjalankan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pembelajaran dua semester di luar kampus diimplementasikan lewat sejumlah program antara lain pertukaran mahasiswa, magang bersertifikat, penelitian atau riset, kegiatan wirausaha, dan lain sebagainya.
Sementara itu Kepala LLDikti Wilayah X Afdalisma mengatakan perguruan tinggi swasta di bawah naungan lembaga tersebut baru memulai tahapan pemahaman Program MBKM pada 2021.
Pada tahap pemahaman itu sejumlah perguruan tinggi swasta mengalami kendala antara lain terkait dengan penyesuaian Kurikulum Merdeka. Hal itu dikarenakan kampus belum memahami mekanisme konversi Satuan Kredit Semester (SKS) dengan kurikulum tersebut.
Namun sejak 2022 sejumlah kampus di bawah naungan LLDikti Wilayah X mulai berbenah dan menjalankan Program MBKM. Hasilnya pada 2023 LLDikti Wilayah X yang meliputi Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri), masuk kategori siap dalam menerapkan MBKM.
"Pada 2024 kami optimis mencapai level sangat siap dalam menjalankan Program MBKM," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek: Transformasi pendidikan untuk capai Indonesia Emas
"Salah satu arah pembangunan RPJPN 2025-2045 adalah transformasi sosial dalam bentuk pendidikan berkualitas yang merata," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie di Padang, Sumatera Barat, Kamis.
Menurut Prof Tjitjik, pendidikan yang berkualitas akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing Bangsa Indonesia dalam menghadapi era global yang berbarengan dengan Revolusi Industri 4.0 dan disrupsi teknologi.
Kemajuan teknologi, lanjutnya, mengharuskan perguruan tinggi di Tanah Air untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa lewat terobosan yang lebih maju dari praktik sebelumnya.
Tujuannya, kata dia, agar perguruan tinggi bisa sesegera mungkin menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan dunia kerja. Salah satu upaya pemerintah lewat Kemendikbudristek ialah menjalankan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pembelajaran dua semester di luar kampus diimplementasikan lewat sejumlah program antara lain pertukaran mahasiswa, magang bersertifikat, penelitian atau riset, kegiatan wirausaha, dan lain sebagainya.
Sementara itu Kepala LLDikti Wilayah X Afdalisma mengatakan perguruan tinggi swasta di bawah naungan lembaga tersebut baru memulai tahapan pemahaman Program MBKM pada 2021.
Pada tahap pemahaman itu sejumlah perguruan tinggi swasta mengalami kendala antara lain terkait dengan penyesuaian Kurikulum Merdeka. Hal itu dikarenakan kampus belum memahami mekanisme konversi Satuan Kredit Semester (SKS) dengan kurikulum tersebut.
Namun sejak 2022 sejumlah kampus di bawah naungan LLDikti Wilayah X mulai berbenah dan menjalankan Program MBKM. Hasilnya pada 2023 LLDikti Wilayah X yang meliputi Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri), masuk kategori siap dalam menerapkan MBKM.
"Pada 2024 kami optimis mencapai level sangat siap dalam menjalankan Program MBKM," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek: Transformasi pendidikan untuk capai Indonesia Emas
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Beri pelayanan maksimal saat Ramadan, Bapenda Sumbar gagas Program Sajadah dan Sambako mudahkan bayar PKB
09 February 2026 17:20 WIB
Unand Fasilitasi Dosen Perkuat Jejaring Global SDGs di Konferensi Internasional Melalui Program EQUITY
08 February 2026 10:37 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
TKA jadi instrumen pemetaan akademik Nasional, Program Intensif Ruangguru hadir dukung kesiapan siswa
03 February 2026 18:08 WIB