Padang (ANTARA) -
Bencana banjir dan lahar dingin disertai longsor di Sumatera Barat pada 13 Mei 2024 lalu memberikan dampak luas dan melanda Kabupaten Agam dan Tanah Datar, puluhan jiwa meninggal dunia dan menyebabkan aktivitas masyarakat di area yang terdampak lumpuh karena terputusnya akses dan rusaknya berbagai fasilitas umum. 
 
Menyikapi hal tersebut PT Pamapersada Nusantara (PAMA) merespon cepat dengan ikut mengirimkan Emergency Response Team (ERT) pada keesokan hari pasca bencana.
 
Dalam aksi kemanusiaan ini, tim ERT PAMA yang tergabung dalam Emergency Response Group (ERG) PTBA berkoordinasi dengan tim satgas mencari korban bencana banjir lahar dingin yang belum ditemukan, dan juga membantu masyarakat dalam perbaikan sarana darurat. 
 
Selain banjir lahar dingin tersebut, tingginya curah hujan di beberapa kabupaten Prov. Sumatera Barat mengalami banjir dan tanah longsor lainnya, menyikapi hal tersebut, PT Pamapersada Nusantara memberikan bantuan dana sosial peduli bencana melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat. 
 
Penyaluran melalui BAZNAS ini merupakan arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, agar penyaluran bantuan dapat merata di seluruh area yang terdampak bencana. 
PT Pamapersada Nusantara (PAMA) merespon cepat bencana yang terjadi di Sumbar dengan ikut mengirimkan Emergency Response Team (ERT). (ANTARA/ist)
Corporate Social Responsibility (CSR) Dept Head PAMA cluster Sumatera Selatan Bukit Asam (SSBA), Bapak Faizal Imron D, menyampaikan “Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas bencana yang terjadi di Sumatera Barat. Dan semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan mempercepat pemulihan pasca bencana.”
 
Bapak Muhammad Afdal Selaku PJS Kepala Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan ucapan terimakasih atas Bantuan yang diberikan PT PAMA pada bencana yang terjadi di Sumatera Barat, dan melalui donasi yang diberikan ini akan disalurkan secara merata di lokasi terjadinya bencana.*

Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2024