BNPB telah susun peta kawasan risiko bencana di Sumbar
Selasa, 21 Mei 2024 4:49 WIB
Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyusun peta kawasan risiko bencana menyusul terjadinya bencana lahar dingin Gunung Marapi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
"Kami sudah menyusun peta kawasan risiko bencana dan telah menyebarkannya ke pemerintah daerah," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto di Tanah Datar, Senin.
Kepala BNPB menjelaskan peta kawasan risiko bencana tersebut dibuat agar setiap bangunan yang didirikan pemerintah atau masyarakat setempat, selalu mengacu atau berpedoman kepada dokumen itu.
"Jadi, setiap ada pembangunan maka harus memerhatikan peta kawasan risiko bencana ini," ujar Kepala BNPB.
Pada kesempatan itu, Letjen Suharyanto mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah mitigasi bencana khususnya di daerah-daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Mitigasi tersebut di antaranya BNPB bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan membersihkan aliran 18 sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.
Tujuannya, agar ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau banjir lahar dingin sekalipun, maka diharapkan tidak mengakibatkan bencana banjir bandang susulan.
Berdasarkan pemantauan udara yang dilakukan BNPB bersama instansi terkait, masih terdapat sejumlah titik-titik penumpukan material yang dapat memicu banjir bandang. Dalam waktu dekat BNPB akan memfokuskan pembersihan material tersebut.
Bahkan, BNPB berencana meledakkan tumpukan material yang dalam skala besar agar tidak menjadi ancaman banjir lahar dingin susulan. Namun, langkah itu masih perlu koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Kemudian, lulusan Akademi Militer 1989 tersebut mengatakan memasuki hari ke-10, BNPB bersama instansi lainnya memastikan terus melakukan pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan.
"Khusus di Tanah Datar ada 10 orang yang masih kita cari. Kita tetap lanjutkan pencarian sampai dengan batas itu ditemukan, atau sampai kita nyatakan itu tidak bisa kita temukan," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB susun peta kawasan risiko bencana di Sumbar
"Kami sudah menyusun peta kawasan risiko bencana dan telah menyebarkannya ke pemerintah daerah," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto di Tanah Datar, Senin.
Kepala BNPB menjelaskan peta kawasan risiko bencana tersebut dibuat agar setiap bangunan yang didirikan pemerintah atau masyarakat setempat, selalu mengacu atau berpedoman kepada dokumen itu.
"Jadi, setiap ada pembangunan maka harus memerhatikan peta kawasan risiko bencana ini," ujar Kepala BNPB.
Pada kesempatan itu, Letjen Suharyanto mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah mitigasi bencana khususnya di daerah-daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Mitigasi tersebut di antaranya BNPB bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan membersihkan aliran 18 sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.
Tujuannya, agar ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau banjir lahar dingin sekalipun, maka diharapkan tidak mengakibatkan bencana banjir bandang susulan.
Berdasarkan pemantauan udara yang dilakukan BNPB bersama instansi terkait, masih terdapat sejumlah titik-titik penumpukan material yang dapat memicu banjir bandang. Dalam waktu dekat BNPB akan memfokuskan pembersihan material tersebut.
Bahkan, BNPB berencana meledakkan tumpukan material yang dalam skala besar agar tidak menjadi ancaman banjir lahar dingin susulan. Namun, langkah itu masih perlu koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Kemudian, lulusan Akademi Militer 1989 tersebut mengatakan memasuki hari ke-10, BNPB bersama instansi lainnya memastikan terus melakukan pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan.
"Khusus di Tanah Datar ada 10 orang yang masih kita cari. Kita tetap lanjutkan pencarian sampai dengan batas itu ditemukan, atau sampai kita nyatakan itu tidak bisa kita temukan," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB susun peta kawasan risiko bencana di Sumbar
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Pariaman minta dukungan BNPB perkuat mitigasi bencana dan percepat pemulihan
28 April 2026 17:22 WIB
Kunjungi rumah contoh, BNPB nilai Sepablock cocok untuk Huntap Berkelanjutan
22 April 2026 17:02 WIB
Gunakan Sepablock, BNPB perluas pembangunan Huntap ke Limapuluh Kota dan Agam
19 April 2026 19:18 WIB
BNPB pastikan 15 luka dan 100 warga Flores Timur NTT dievakuasi karena gempa
09 April 2026 15:49 WIB
Groundbreaking Huntap di Kuranji; BNPB juga percayakan Sepablock di Sumut dan Aceh
08 April 2026 15:14 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB