BMKG: Sumbar harus miliki sistem peringatan dini banjir bandang
Arsip Foto - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menganalisa peta sebaran aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi bersama Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Gunung Marapi Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Nurul Asrori dalam rapat koordinasi penanganan dampak bencana banjir lahar dingin di Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (15/5/2024) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)
"Peringatan dini atau early warning system bencana banjir bandang maupun lahar dingin itu mesti berfokus pada pengamatan wilayah aliran sungai yang ada di Sumatera Barat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Bukittingi, Sumatera Barat, Kamis.
Ia menjelaskan, selama ini peringatan dini bencana banjir di Sumatera Barat hanya mengandalkan hasil analisa dan prakiraan cuaca yang diterbitkan oleh BMKG.
Sementara, berdasarkan hasil evaluasi atas bencana banjir lahar dingin pada 11 Mei 2024 peringatan dini dari hasil analisa cuaca BMKG tersebut tidak cukup untuk menggambarkan secara langsung kepada masyarakat bagaimana besarnya dampak yang ditimbulkan dari potensi hujan yang terdeteksi.
Baca juga: Baznas kirim tim BTB bantu korban bencana alam di Sumatera Barat
"Pendeteksian BMKG itu menggunakan satelit mencakup seluruh wilayah yang terpantau berpotensi hujan sedang-deras. Sementara saat banjir lahar yang lalu di wilayah hilir beberapa tidak hujan tapi hujan nya di hulu, dan ini yang kurang tersampaikan kepada masyarakat jadi kami rekomendasikan untuk ada peringatan dini khusus sungai," kata dia.
Berdasarkan peta dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diterima oleh BMKG diketahui Sumatera Barat memiliki setidaknya sebanyak 25 aliran sungai yang bagian hulunya berada di wilayah Gunung Marapi.
Semua aliran sungai tersebut, menurutnya berpotensi menimbulkan bencana banjir bandang dan banjir lahar dingin seiring masih adanya potensi hujan intensitas sedang - deras hingga tanggal 22 Mei 2024, dan juga masih banyak material vulkanik mengendap di puncak-lereng Gunung Marapi yang erupsi beberapa pekan lalu.
Baca juga: BNPB: Pembangunan bendungan pengendali sungai di Sumbar dimulai 2024
Pada pelaksanaan teknis bentuk sistem peringatan dini yang dibutuhkan itu mulai dari mendirikan bendungan pengendalian aliran endapan atau Sabo Dam di sisi hulu ke-25 aliran sungai, hingga membuat sirene atau suar tanda bahaya yang bisa direspons langsung oleh masyarakat.
"Dalam hal ini mungkin pihak Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai di Sumatera Barat untuk menindaklanjutinya, sehingga bisa mereduksi dampak yang ditimbulkan oleh bencana itu di kemudian hari," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Sumbar harus miliki sistem peringatan dini banjir bandang
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DAUN Ramadan Fest 2026, Sinergi BI dan Pemprov Sumbar Jaga Stabilitas Harga Pangan
08 February 2026 19:11 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB