DJPb: Ekonomi Sumbar membaik di saat perlambatan ekonomi global
Minggu, 28 April 2024 9:42 WIB
Penampakan aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Padang (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan pemulihan ekonomi di Ranah Minang terus membaik pada 2024 di tengah perlambatan ekonomi global.
"Pemulihan ekonomi Sumbar ini dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang terjaga serta aktivitas ekonomi yang terus meningkat," kata Kepala Kanwil DPJb Provinsi Sumbar Syukriah, di Padang, Sabtu (27/4).
Bahkan, di tengah ketidakpastian dan melambatnya ekonomi dunia, ekonomi di Sumbar justru tumbuh 4,30 persen pada triwulan IV 2023. Secara kumulatif, jika dibandingkan triwulan I hingga IV 2023 dengan periode yang sama 2022, ekonomi Sumbar tumbuh sebesar 4,62 persen.
"Ekonomi Sumbar pada 2023 tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2022," kata Kepala Kanwil DPJb Sumbar itu pula.
Menguatnya ekonomi tersebut didorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 3,22 persen, dan pertumbuhan investasi fisik atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,70 persen dengan akumulasi kontribusi sebesar 81,61 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi ini.
Hal positif lainnya, DPJb melaporkan kinerja APBN Provinsi Sumbar hingga akhir Maret 2024 tetap solid di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dunia yang berimbas pada perlambatan ekspor, dan pelemahan nilai tukar rupiah.
"Hingga 31 Maret 2024 total pendapatan negara yang dipungut di Sumbar sebesar Rp1,70 triliun. Sementara total belanja negara mencapai Rp7,49 triliun. Artinya, menghasilkan defisit regional sebesar Rp5,79 triliun," ujarnya lagi.
Ia menyebutkan pendapatan negara yang terealisasi di wilayah Sumbar per 31 Maret 2024 mencapai Rp1,70 triliun, atau setara 19,30 persen dari target APBN 2024. Angka itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,90 persen dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,68 triliun.
Kemudian, secara nominal, realisasi komponen pendapatan negara yang bersumber dari penerimaan perpajakan mencapai Rp1,27 triliun. penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp424,35 miliar. Realisasi penerimaan pajak bersumber dari pajak serta kepabeanan dan cukai.
Terakhir, capaian realisasi pajak dalam negeri tercatat Rp1,19 triliun atau mencapai 18,49 persen dari target APBN 2024 dan tumbuh 13,01 persen. Kenaikan ini dipengaruhi aktivitas ekonomi yang terus membaik serta kenaikan angsuran pajak penghasilan badan, serta pemberlakuan tarif efektif Pasal 21 sejak 1 Januari 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DJPb: Ekonomi Sumbar membaik di tengah perlambatan ekonomi global
"Pemulihan ekonomi Sumbar ini dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang terjaga serta aktivitas ekonomi yang terus meningkat," kata Kepala Kanwil DPJb Provinsi Sumbar Syukriah, di Padang, Sabtu (27/4).
Bahkan, di tengah ketidakpastian dan melambatnya ekonomi dunia, ekonomi di Sumbar justru tumbuh 4,30 persen pada triwulan IV 2023. Secara kumulatif, jika dibandingkan triwulan I hingga IV 2023 dengan periode yang sama 2022, ekonomi Sumbar tumbuh sebesar 4,62 persen.
"Ekonomi Sumbar pada 2023 tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2022," kata Kepala Kanwil DPJb Sumbar itu pula.
Menguatnya ekonomi tersebut didorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 3,22 persen, dan pertumbuhan investasi fisik atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,70 persen dengan akumulasi kontribusi sebesar 81,61 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi ini.
Hal positif lainnya, DPJb melaporkan kinerja APBN Provinsi Sumbar hingga akhir Maret 2024 tetap solid di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik dunia yang berimbas pada perlambatan ekspor, dan pelemahan nilai tukar rupiah.
"Hingga 31 Maret 2024 total pendapatan negara yang dipungut di Sumbar sebesar Rp1,70 triliun. Sementara total belanja negara mencapai Rp7,49 triliun. Artinya, menghasilkan defisit regional sebesar Rp5,79 triliun," ujarnya lagi.
Ia menyebutkan pendapatan negara yang terealisasi di wilayah Sumbar per 31 Maret 2024 mencapai Rp1,70 triliun, atau setara 19,30 persen dari target APBN 2024. Angka itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,90 persen dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,68 triliun.
Kemudian, secara nominal, realisasi komponen pendapatan negara yang bersumber dari penerimaan perpajakan mencapai Rp1,27 triliun. penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp424,35 miliar. Realisasi penerimaan pajak bersumber dari pajak serta kepabeanan dan cukai.
Terakhir, capaian realisasi pajak dalam negeri tercatat Rp1,19 triliun atau mencapai 18,49 persen dari target APBN 2024 dan tumbuh 13,01 persen. Kenaikan ini dipengaruhi aktivitas ekonomi yang terus membaik serta kenaikan angsuran pajak penghasilan badan, serta pemberlakuan tarif efektif Pasal 21 sejak 1 Januari 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DJPb: Ekonomi Sumbar membaik di tengah perlambatan ekonomi global
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Pariaman upayakan percepat pemulihan ekonomi dampak bencana dengan perbanyak kegiatan wisata
28 January 2026 18:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Sabtu (14/02/2026) hari ini naik Rp50 ribu jadi Rp2,954 juta per gram
14 February 2026 9:44 WIB
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB