Solok Selatan peringati hari otonomi daerah ke-28
Kamis, 25 April 2024 14:42 WIB
Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi membacakan pidato Menteri Dalam Negeri saat upacara peringatan hari otonomi daerah ke 28, di Padang Aro, Kamis.
Padang Aro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperingati hari otonomi daerah ke-28 Tingkat Kabupaten ditandai dengan upacara peringatan oleh jajaran Pemerintah Daerah dan Forkopimda di halaman kantor Bupati, Kamis.
Membacakan pidato Menteri Dalam Negeri, Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi menyampaikan bahwa pelaksanaan otonomi daerah telah mendorong penerapan kebijakan desentralisasi yang menekankan kebijakan daerah yang sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing.
"Tema hari otonomi daerah ke-28 dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggungjawab dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Yulian Efi.
Pada 2024, peringatan ini mengusung tema Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat.
Dengan kebijakan desentralisasi, diharapkan bisa memberikan ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Termasuk melalui transformasi produk unggulan dari yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui namun tetap memperhatikan potensi daerah.
Kebijakan otonomi daerah juga memberikan keleluasaan Pemerintah Daerah untuk melakukan eksperimentasi kebijakan di tingkat lokal untuk mendorong implementasi teknologi hijau.
Seperti penggunaan energi terbarukan seperti energi matahari (solar panel), penggunaan mobil listrik yang menggantikan eksistensi mobil berbahan bakar fosil, pengolahan limbah yang ramah lingkungan sampai desain green building yang memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material konstruksi ramah lingkungan dan manajemen limbah bangunan.
"Dengan menggabungkan kebijakan otonomi daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau, kita dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan," tegasnya.
Hingga saat ini, penerapan Otonomi Daerah telah memberikan dampak positif, berupa meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan fiskal daerah.
Sehingga diharapkan PAD dan kemampuan fiskal ini dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraaan rakyat, sehingga dapat meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur yang baik dan lain-lain.
Membacakan pidato Menteri Dalam Negeri, Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi menyampaikan bahwa pelaksanaan otonomi daerah telah mendorong penerapan kebijakan desentralisasi yang menekankan kebijakan daerah yang sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing.
"Tema hari otonomi daerah ke-28 dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggungjawab dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Yulian Efi.
Pada 2024, peringatan ini mengusung tema Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat.
Dengan kebijakan desentralisasi, diharapkan bisa memberikan ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Termasuk melalui transformasi produk unggulan dari yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui namun tetap memperhatikan potensi daerah.
Kebijakan otonomi daerah juga memberikan keleluasaan Pemerintah Daerah untuk melakukan eksperimentasi kebijakan di tingkat lokal untuk mendorong implementasi teknologi hijau.
Seperti penggunaan energi terbarukan seperti energi matahari (solar panel), penggunaan mobil listrik yang menggantikan eksistensi mobil berbahan bakar fosil, pengolahan limbah yang ramah lingkungan sampai desain green building yang memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material konstruksi ramah lingkungan dan manajemen limbah bangunan.
"Dengan menggabungkan kebijakan otonomi daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau, kita dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan," tegasnya.
Hingga saat ini, penerapan Otonomi Daerah telah memberikan dampak positif, berupa meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan fiskal daerah.
Sehingga diharapkan PAD dan kemampuan fiskal ini dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraaan rakyat, sehingga dapat meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur yang baik dan lain-lain.
Pewarta : Erik Ifansya
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumbar serahkan bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu di Solok Selatan
07 March 2026 16:07 WIB
Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemkot Solok Turun ke 69 Masjid yang ada di Kota Solok
04 March 2026 6:56 WIB
Wagub Vasko serahkan bantuan RTLH Rp25 Juta untuk Keluarga Hendri di Solok Selatan
28 February 2026 8:53 WIB
Pemprov Sumbar bedah rumah warga kurang mampu di Solok, Wagub Vasko salurkan bantuan Rp25 Juta
27 February 2026 4:13 WIB
Solok Selatan-BPJS Ketenagakerjaan bersinergi perkuat perlindungan pekerja
25 February 2026 14:43 WIB
Zigo Rolanda resmikan rute Damri SRG-Alahan Panjang hubungkan objek wisata Solok Selatan
25 February 2026 9:17 WIB