Gubernur: Pupuk berbasis batu bara bisa jadi alternatif bagi petani
Kamis, 25 April 2024 5:34 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi membuka pelatihan pembuatan pupuk berbasis batubara di Padang. (ANTARA/HO-Biro Adpim Sumbar)
Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai pupuk berbasis batu bara bisa menjadi salah satu alternatif bagi petani yang sering dihadapkan pada kendala kelangkaan pupuk.
"Pemprov Sumbar terus mencari solusi untuk kelangkaan pupuk salah satunya dengan mendorong penggunaan pupuk organik. Pupuk berbasis batu bara bisa menjadi alternatif untuk persoalan pupuk ini," katanya di Padang, Rabu.
Ia mengatakan itu saat membuka program pelatihan pembuatan pupuk berbasis batu bara di Padang.
“Sumbar saat ini dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan pembuatan pupuk berbasis batu bara ini. Tentu saja ini kabar baik bagi kita semua, terutama sekali bagi para petani yang kerap menghadapi masalah kelangkaan pupuk,” katanya.
Menurutnya, program pelatihan tersebut sejalan dengan konsentrasi Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian, yang tercermin dari alokasi APBD Sumbar ke sektor tersebut yang mencapai angka 10 persen.
"Sumbar juga siap sebagai tempat pelaksanaan pelatihan serupa untuk masa-masa yang akan datang," katanya.
Pelatihan pembuatan pupuk berbasis batu bara yang akan digelar selama tiga bulan itu juga diikuti oleh warga negara Nigeria.
Duta Besar (Dubes) RI untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap mengatakan Nigeria adalah negara dengan lahan pertanian yang cukup luas. Secara umum, diperkirakan kebutuhan pupuk di Nigeria mencapai 1,8 juta ton per tahun untuk 3 juta hektare total luas lahan pertanian.
"Selama ini Nigeria bergantung pada pupuk kimia (NPK) dan urea, namun tentu hal itu menyebabkan penurunan kualitas nutrisi tanah di sana. Sementara itu, penggunaan pupuk batu bara tidak mengurangi kandungan nutrisi tanah. Oleh karena itu, Nigeria berminat mengikuti pelatihan ini," kata Usra.
Ia menambahkan Nigeria adalah negara yang kaya sumber daya alam, termasuk batu bara. Namun memiliki keterbatasan teknologi.
"Makanya mereka datang ke Indonesia untuk belajar cara pengolahan pupuk berbasis batu bara," katanya.
Sementara itu penyelenggara pelatihan, Raden Umar Hasan Saputra menyebut pelatihan itu bertujuan untuk melakukan transfer teknologi.
"Tujuan akhirnya adalah agar kondisi tanah di dunia ini segera membaik karena pupuk berbasis batubara tidak merusak tanah," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Pupuk berbasis batu bara bisa jadi alternatif bagi petani
"Pemprov Sumbar terus mencari solusi untuk kelangkaan pupuk salah satunya dengan mendorong penggunaan pupuk organik. Pupuk berbasis batu bara bisa menjadi alternatif untuk persoalan pupuk ini," katanya di Padang, Rabu.
Ia mengatakan itu saat membuka program pelatihan pembuatan pupuk berbasis batu bara di Padang.
“Sumbar saat ini dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan pembuatan pupuk berbasis batu bara ini. Tentu saja ini kabar baik bagi kita semua, terutama sekali bagi para petani yang kerap menghadapi masalah kelangkaan pupuk,” katanya.
Menurutnya, program pelatihan tersebut sejalan dengan konsentrasi Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian, yang tercermin dari alokasi APBD Sumbar ke sektor tersebut yang mencapai angka 10 persen.
"Sumbar juga siap sebagai tempat pelaksanaan pelatihan serupa untuk masa-masa yang akan datang," katanya.
Pelatihan pembuatan pupuk berbasis batu bara yang akan digelar selama tiga bulan itu juga diikuti oleh warga negara Nigeria.
Duta Besar (Dubes) RI untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap mengatakan Nigeria adalah negara dengan lahan pertanian yang cukup luas. Secara umum, diperkirakan kebutuhan pupuk di Nigeria mencapai 1,8 juta ton per tahun untuk 3 juta hektare total luas lahan pertanian.
"Selama ini Nigeria bergantung pada pupuk kimia (NPK) dan urea, namun tentu hal itu menyebabkan penurunan kualitas nutrisi tanah di sana. Sementara itu, penggunaan pupuk batu bara tidak mengurangi kandungan nutrisi tanah. Oleh karena itu, Nigeria berminat mengikuti pelatihan ini," kata Usra.
Ia menambahkan Nigeria adalah negara yang kaya sumber daya alam, termasuk batu bara. Namun memiliki keterbatasan teknologi.
"Makanya mereka datang ke Indonesia untuk belajar cara pengolahan pupuk berbasis batu bara," katanya.
Sementara itu penyelenggara pelatihan, Raden Umar Hasan Saputra menyebut pelatihan itu bertujuan untuk melakukan transfer teknologi.
"Tujuan akhirnya adalah agar kondisi tanah di dunia ini segera membaik karena pupuk berbasis batubara tidak merusak tanah," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Pupuk berbasis batu bara bisa jadi alternatif bagi petani
Pewarta : Miko Elfisha
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ribuan jamaah padati halaman GOR Tuanku Rao, Pasaman ikuti tabligh akbar ustad Ucay Batubara
10 October 2025 11:23 WIB
Bagian WTBOS, delegasi negara asing dan Kemenbud akan kunjungi stasiun kereta api Padang Panjang
22 August 2025 17:39 WIB
Kemenko PMK bangun kolaborasi perkuat tata kelola Warisan Dunia Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto
02 August 2025 22:39 WIB
Tabligh Akbar Pemko Padang Bersama Ucay Batubara, Terkumpul Rp. 100 Juta untuk Palestina
13 December 2024 12:04 WIB, 2024
Tiga seni instalasi "warisan dunia" dipamerkan di Bandara Minangkabau
17 September 2024 20:16 WIB, 2024
Dewan Pakar Golkar beberkan kemungkinan alasan Airlangga undurkan diri
11 August 2024 20:59 WIB, 2024
Wamenkeu Suahasil: Simbara jadi sistem pertama integrasikan data minerba
28 June 2023 15:20 WIB, 2023
Selain temukan sopir angkutan batu bara nakal, Gubernur Jambi juga kesal tak ada petugas Satpol PP dan Dishub
16 March 2023 17:12 WIB, 2023