Simpang Empat (ANTARA) - Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mulai membantu pembersihan material banjir di Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis (4/4). 

"Sejak malam tim sudah turun kelapangan memberi bantuan dam mengevakuasi warga. Hari ini pembersihan rumah terdampak banjir kita lakukan bersama instansi terkait," kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto saat ikut langsung membantu korban banjir bersama Sekretaris Daerah Hendra Putra dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis. 

Menurutnya pembersihan material banjir dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Polres Pasaman Barat Korp Brimob, Basarnas, Dinas PUPR, PMI, pihak kecamatan, nagari (desa). 

"Kita bersama bahu membahu bergotong royong membantu masyarakat. Pembersihan tanah atau lumpur juga dilakukan dengan menggunakan tiga unit mobil pemadam kebakaran," katanya. 

Menurutnya dampak banjir itu mengakibatkan puluhan rumah warga tergenang lumpur. Sehingga masyarakat saat ini banyak tidur di luar rumah sanak familynya juga ada di tempat pengungsian yang telah disediakan. 

Pihaknya juga telah mendirikan dapur umum di Kantor Wali Nagari Sinuruik dan juga dilengkapi dengan logistik. 

Sedangkan warga yang mengungsi ke Gedung Diklat juga telah kembali ke rumah membersihkan rumah masing-masing. 

Ia menjelaskan banjir yang melanda daerah itu pada Rabu (3/4) mengakibatkan puluhan rumah di empat kejorongan terdampak dengan 1.360 jiwa. 

Empat kejorongan di Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terdampak banjir dengan 1.360 jiwa, 69 jiwa diantaranya diungsikan ke Gedung Diklat Talu. 

"Hari ini pembersihan rumah warga telah dimulai dengan menurunkan tim gabungan ke lokasi," kata Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto di Simpang Empat, Kamis. 

Ia mengatakan banjir yang melanda daerah itu, Rabu (3/4) sekitar pukul 19.00 WIB mengakibatkan 10 unit rumah rusak 

Adapun daerah yang terdampak banjir ada di empat Kejorongan yakni di Jorong Kemakmuran sebanyak rumah rusak sebanyak 10 unit dan rumah hanyut empat unit dengan korban terdampak 148 kepala keluarga dengan 740 jiwa.

Lalu di Kejorongan Benteng dengan warga terdampak sebanyak 31 kepala keluarga dengan 155 jiwa, di Kejorongan Harapan dengan warga terdampak 85 kepala keluarga dengan 425 jiwa dan di Kejorongan Tabek Sirah terdampak 8 kepala keluarga dengan 40 jiwa. 

"Total warga terdampak sebanyak 272 kepala keluarga dengan 1.360 jiwa dan tidak ada korban jiwa," jelasnya. ***3***
 

Pewarta : Altas Maulana
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024