Polda Sumbar sarankan perantau mudik lebih awal
Rabu, 3 April 2024 12:58 WIB
Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono saat memeriksa kesiapan personel dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2024 di Padang, Rabu (3/4). ANTARA/FathulAbdi
Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Sumbar) menyarankan kepada warga perantau yang hendak pulang ke kampung halaman merayakan Lebaran 2024 agar mudik lebih awal demi keamanan dan kelancaran perjalanan.
"Jika memang memungkinkan sebaiknya warga mudik lebih awal demi mengurangi penumpukan arus lalu lintas," kata Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono di Padang, Rabu.
Ia mengatakan bahwa pemudik tidak perlu menunggu-nunggu waktu pulang karena dikhawatirkan malah bertemu dengan masa puncak arus mudik Lebaran 2024.
Gupuh mengutip survei Kemenhub RI 2024 yang memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran kali ini sebesar 193,6 juta orang, atau meningkat 56,4 persen dibandingkan 2023.
Oleh karenanya akan terjadi penumpukan yang luar biasa jika pemudik menunda-nunda, lalu berangkat pada suatu hari yang sama.
"Jika memang sudah ada waktu untuk mudik maka segeralah mudik, prinsipnya lebih awal lebih baik demi mengantisipasi penumpukan arus kendaraan," katanya.
Sementara itu, Direktur lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan memperkirakan puncak arus mudik di Provinsi Sumbar akan terjadi pada 5-7 April.
Demi memastikan kelancaran arus lalu lintas, pihak Ditlantas Polda Sumbar telah melakukan berbagai langkah persiapan dan strategi.
Salah satunya adalah pemberlakuan sistem satu jalur (one way) antara Padang dengan Bukittinggi ataupun sebaliknya.
Penerapan rekayasa lalu lintas dari Kota Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya itu berlaku efektif pada 7 April hingga 15 April 2024.
Pada bagian lain untuk melayani para pemudik, Polda Sumbar mendirikan 91 pos yang terdiri dari 42 pos pengamanan, 45 pos pelayanan, dan 4 pos terpadu.
"Jika memang memungkinkan sebaiknya warga mudik lebih awal demi mengurangi penumpukan arus lalu lintas," kata Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono di Padang, Rabu.
Ia mengatakan bahwa pemudik tidak perlu menunggu-nunggu waktu pulang karena dikhawatirkan malah bertemu dengan masa puncak arus mudik Lebaran 2024.
Gupuh mengutip survei Kemenhub RI 2024 yang memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran kali ini sebesar 193,6 juta orang, atau meningkat 56,4 persen dibandingkan 2023.
Oleh karenanya akan terjadi penumpukan yang luar biasa jika pemudik menunda-nunda, lalu berangkat pada suatu hari yang sama.
"Jika memang sudah ada waktu untuk mudik maka segeralah mudik, prinsipnya lebih awal lebih baik demi mengantisipasi penumpukan arus kendaraan," katanya.
Sementara itu, Direktur lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Nur Setiawan memperkirakan puncak arus mudik di Provinsi Sumbar akan terjadi pada 5-7 April.
Demi memastikan kelancaran arus lalu lintas, pihak Ditlantas Polda Sumbar telah melakukan berbagai langkah persiapan dan strategi.
Salah satunya adalah pemberlakuan sistem satu jalur (one way) antara Padang dengan Bukittinggi ataupun sebaliknya.
Penerapan rekayasa lalu lintas dari Kota Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya itu berlaku efektif pada 7 April hingga 15 April 2024.
Pada bagian lain untuk melayani para pemudik, Polda Sumbar mendirikan 91 pos yang terdiri dari 42 pos pengamanan, 45 pos pelayanan, dan 4 pos terpadu.
Pewarta : Fathul Abdi
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Vasko tegaskan Program TMMD bukan sekadar agenda rutin tapi berbasis kebutuhan masyarakat
12 February 2026 22:00 WIB
BRI Peduli salurkan TJSL untuk pengadaan sarana penunjang UMKM Sigek Art Silungkang Duo
12 February 2026 19:14 WIB
Pindah ke provinsi, Sekda Padang Andree Algamar jabat Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar
12 February 2026 19:04 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB