74 warga Agam mengungsi dampak banjir
Jumat, 8 Maret 2024 16:09 WIB
Rumah warga di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam digenangi banjir. Dok HO/BPBD Agam
Lubuk Basung (ANTARA) - Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak 74 warga AMP 1, Jorong Salareh Aia Barat, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan mengungsi dampak banjir melanda daerah itu, Jumat (8/3) dini hari.
"Ke 74 orang itu berasal dari 36 kepala keluarga," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Ichwan Pratama Danda di Lubuk Basung, Jumat.
Ia mengatakan mereka mengungsi di Gedung Serba Guna PT AMP 1 keluarga sebanyak 20 kepala keluarga dan rumah keluarganya 16 kepala keluarga.
Banjir dengan ketinggian sekitar dua sampai 2,5 meter merendam akses jalan PT dan 40 unit rumah karyawan PT AMP Plantation.
"Seluruh perabotan rumah warga basah terendam banjir dan air sudah mulai surut," katanya.
Ia menambahkan banjir mengenangi 40 unit rumah itu dampak curah hujan cukup tinggi semenjak Kamis (7/3) siang.
Air mulai naik merendam rumah warga pada Jumat (8/3) dini hari. Untuk kebutuhan pengungsi yang mendesak, saat ini sudah dipenuhi oleh pihak perusahaan.
"Di lokasi sudah ada tim gabungan dari BPBD Agam, TNI, Polro, PMI Agam, pihak nagari, karyawan PT AMP Plantation dan masyarakat," katanya.
Ia mengakui bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan, Tanjung Mutiara, Malalak, Tanjung Raya dan Ampek Nagari.
Pohon tumbang dan tanah longsor telah dibersihkan tim gabungan, sehingga akses lalu lintas kembali normal.
"Ke 74 orang itu berasal dari 36 kepala keluarga," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Ichwan Pratama Danda di Lubuk Basung, Jumat.
Ia mengatakan mereka mengungsi di Gedung Serba Guna PT AMP 1 keluarga sebanyak 20 kepala keluarga dan rumah keluarganya 16 kepala keluarga.
Banjir dengan ketinggian sekitar dua sampai 2,5 meter merendam akses jalan PT dan 40 unit rumah karyawan PT AMP Plantation.
"Seluruh perabotan rumah warga basah terendam banjir dan air sudah mulai surut," katanya.
Ia menambahkan banjir mengenangi 40 unit rumah itu dampak curah hujan cukup tinggi semenjak Kamis (7/3) siang.
Air mulai naik merendam rumah warga pada Jumat (8/3) dini hari. Untuk kebutuhan pengungsi yang mendesak, saat ini sudah dipenuhi oleh pihak perusahaan.
"Di lokasi sudah ada tim gabungan dari BPBD Agam, TNI, Polro, PMI Agam, pihak nagari, karyawan PT AMP Plantation dan masyarakat," katanya.
Ia mengakui bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan, Tanjung Mutiara, Malalak, Tanjung Raya dan Ampek Nagari.
Pohon tumbang dan tanah longsor telah dibersihkan tim gabungan, sehingga akses lalu lintas kembali normal.
Pewarta : Yusrizal
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam kerahkan dua alat berat bersihkan material longsor timbun jalan
12 February 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB
TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi warga terdampak tanah bergerak Sumbar
23 January 2026 22:26 WIB
Presiden Prabowo tegaskan bencana Sumatera tak nasional, tapi ditangani serius
01 January 2026 14:47 WIB
Dana untuk bangun kembali daerah terdampak bencana dialokasikan, ini penjelasan Purbaya
30 December 2025 16:34 WIB