Pemkot Bukittinggi minta ASN jaga netralitas jelang Pemilu
Senin, 12 Februari 2024 11:26 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi, Martias Wanto saat memberikan arahan langsung ke ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berlaku netral dalam Pemilu 2024 (Antara/Al Fatah)
Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat melalui sekretaris daerah (Sekda) menegaskan agar aparatur sipil negara (ASN) dapat memberikan contoh pada warga untuk memberikan hak pilih dengan baik dan tetap menjaga netralitas di Pemilu 2024.
Sekda Bukittinggi, Martias Wanto, meminta kepada seluruh ASN di lingkungan pemerintah Kota Bukittinggi, untuk dapat memberikan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 mendatang sekaligus netralitas pegawai harus tetap dijaga sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
“Pastikan semua telah terdaftar sebagai pemilih termasuk masyarakat. Jika ada yang belum mendapatkan surat panggilan untuk memilih, langsung diurus tanyakan pada pihak terkait.Jangan diam saja,” tegas Martias Wanto saat apel pagi ASN di lingkungan Balaikota Bukittinggi, Senin.
Selain itu, Sekda juga meminta kepada ASN untuk memberikan keterangan yang jelas kepada masyarakat, terkait tahapan pemilu. Namun ditegaskan, untuk tidak mengarahkan pada memilih salah satu calon.
“Berikan penjelasan yang baik pada warga. Jangan terjebak dan jangan pula menjebak. Netralitas kita harus dijaga. Warga bertanya, kita menjawab,” kata dia.
Ia menambahkan tahapan pemungutan suara akan dilaksanakan pada Rabu (14/02). Setiap warga yang telah memiliki KTP, memiliki hak untuk memberikan atau menentukan pilihannya pada pemilu 2024 ini.
"Mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten kota. Setiap pemilih akan mendapatkan lima kertas suara, ASN silahkan informasikan juga ke warga agar partisipasi pemilu meningkat," kata Sekda.
Untuk tahapan pelaksanaan Pemilu saat ini, KPU Kota Bukittinggi telah menetapkan sebanyak 310 anggota DPRD setempat dalam daftar calon tetap (DCT) Calon Legislatif Pemilu 2024.
Komisioner KPU Kota Bukittinggi Rifa Yanas menambahkan untuk total keseluruhan DCT sebanyak 310 orang yang dicalonkan 15 partai politik di daerah ini. Sementara ada tiga partai yang calonnya kosong, yaitu Hanura, Garuda, dan PKN.
"Kelima belas partai itu adalah PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, NasDem, Buruh, Gelora, PKS, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, PPP, dan Ummat. Semuanya akan memperebutkan 25 kursi anggota dewan," katanya.
Sekda Bukittinggi, Martias Wanto, meminta kepada seluruh ASN di lingkungan pemerintah Kota Bukittinggi, untuk dapat memberikan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 mendatang sekaligus netralitas pegawai harus tetap dijaga sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
“Pastikan semua telah terdaftar sebagai pemilih termasuk masyarakat. Jika ada yang belum mendapatkan surat panggilan untuk memilih, langsung diurus tanyakan pada pihak terkait.Jangan diam saja,” tegas Martias Wanto saat apel pagi ASN di lingkungan Balaikota Bukittinggi, Senin.
Selain itu, Sekda juga meminta kepada ASN untuk memberikan keterangan yang jelas kepada masyarakat, terkait tahapan pemilu. Namun ditegaskan, untuk tidak mengarahkan pada memilih salah satu calon.
“Berikan penjelasan yang baik pada warga. Jangan terjebak dan jangan pula menjebak. Netralitas kita harus dijaga. Warga bertanya, kita menjawab,” kata dia.
Ia menambahkan tahapan pemungutan suara akan dilaksanakan pada Rabu (14/02). Setiap warga yang telah memiliki KTP, memiliki hak untuk memberikan atau menentukan pilihannya pada pemilu 2024 ini.
"Mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten kota. Setiap pemilih akan mendapatkan lima kertas suara, ASN silahkan informasikan juga ke warga agar partisipasi pemilu meningkat," kata Sekda.
Untuk tahapan pelaksanaan Pemilu saat ini, KPU Kota Bukittinggi telah menetapkan sebanyak 310 anggota DPRD setempat dalam daftar calon tetap (DCT) Calon Legislatif Pemilu 2024.
Komisioner KPU Kota Bukittinggi Rifa Yanas menambahkan untuk total keseluruhan DCT sebanyak 310 orang yang dicalonkan 15 partai politik di daerah ini. Sementara ada tiga partai yang calonnya kosong, yaitu Hanura, Garuda, dan PKN.
"Kelima belas partai itu adalah PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, NasDem, Buruh, Gelora, PKS, PAN, PBB, Demokrat, PSI, Perindo, PPP, dan Ummat. Semuanya akan memperebutkan 25 kursi anggota dewan," katanya.
Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga warung di sisi Stasiun Lambuang kawasan Tugu Polwan Bukittinggi habis terbakar
14 February 2026 20:53 WIB
Bulog Bukittinggi serap Cadangan Beras Pemerintah di Pasaman dan Pasaman Barat
12 February 2026 19:21 WIB
Kementerian Kebudayaan RI dukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
11 February 2026 15:16 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB