Silpa Solok Selatan 2023 capai Rp58,8 miliar
Rabu, 7 Februari 2024 15:25 WIB
Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan Yoni Elfis. Antara/Erik
Padang Aro (ANTARA) - Hasil hitungan sementara Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dalam APBD Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat tahun 2023 mencapai Rp58,8 miliar.
Kepala Bidang Akuntasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan, Yoni Elfis, di Padang Aro, Rabu, mengatakan, Silpa Tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum terealisasikan serta Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit untuk 2024 tetapi masuk pada 2023 dan BLUD RSUD.
"Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan PAD serapannya sudah maksimal dan beberapa sumber lainnya," katanya.
Dia menyebutkan, untuk DBH kelapa sawit yang masuk pada 2023 sebesar Rp10 miliar sedangkan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mencapai Rp 11 miliar.
Selain itu juga ada dana kapitasi Puskesmas sekitar Rp5 miliar dan sisa kas BOS Rp701 juta dan sisanya DAK yang belum dibelanjakan.
DAK yang belum terealisasikan pada 2023 katanya, tetap berada di Kas daerah dan tidak dikembalikan ke APBN dan dapat digunakan lagi pada 2024.
"Penggunaan DAK tidak terealisasi diatur peraturan perundang-undangan dan menunggu juknis tahun berikutnya dan dianggarkan pada kegiatan dan belanja yang sama," ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan realisasi anggaran 2023 untuk belanja modal realisasinya hanya Rp138,4 miliar dari anggaran Rp148 miliar.
Dari belanja modal yang rendah serapannya yaitu untuk belanja modal tanah dari anggaran Rp1,1 miliar terserap hanya Rp19 juta.
Untuk belanja operasi yaitu belanja pegawai, barang, hibah dan bantuan sosial dari anggaran Rp690,5 miliar terserap Rp638,9 miliar.
Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari anggaran Rp78,1 miliar tercapai Rp89 miliar.
Kepala Bidang Akuntasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan, Yoni Elfis, di Padang Aro, Rabu, mengatakan, Silpa Tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang belum terealisasikan serta Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit untuk 2024 tetapi masuk pada 2023 dan BLUD RSUD.
"Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan PAD serapannya sudah maksimal dan beberapa sumber lainnya," katanya.
Dia menyebutkan, untuk DBH kelapa sawit yang masuk pada 2023 sebesar Rp10 miliar sedangkan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mencapai Rp 11 miliar.
Selain itu juga ada dana kapitasi Puskesmas sekitar Rp5 miliar dan sisa kas BOS Rp701 juta dan sisanya DAK yang belum dibelanjakan.
DAK yang belum terealisasikan pada 2023 katanya, tetap berada di Kas daerah dan tidak dikembalikan ke APBN dan dapat digunakan lagi pada 2024.
"Penggunaan DAK tidak terealisasi diatur peraturan perundang-undangan dan menunggu juknis tahun berikutnya dan dianggarkan pada kegiatan dan belanja yang sama," ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan realisasi anggaran 2023 untuk belanja modal realisasinya hanya Rp138,4 miliar dari anggaran Rp148 miliar.
Dari belanja modal yang rendah serapannya yaitu untuk belanja modal tanah dari anggaran Rp1,1 miliar terserap hanya Rp19 juta.
Untuk belanja operasi yaitu belanja pegawai, barang, hibah dan bantuan sosial dari anggaran Rp690,5 miliar terserap Rp638,9 miliar.
Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari anggaran Rp78,1 miliar tercapai Rp89 miliar.
Pewarta : Erik Ifansya A
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumbar serahkan bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu di Solok Selatan
07 March 2026 16:07 WIB
Tim Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemkot Solok Turun ke 69 Masjid yang ada di Kota Solok
04 March 2026 6:56 WIB
Wagub Vasko serahkan bantuan RTLH Rp25 Juta untuk Keluarga Hendri di Solok Selatan
28 February 2026 8:53 WIB
Pemprov Sumbar bedah rumah warga kurang mampu di Solok, Wagub Vasko salurkan bantuan Rp25 Juta
27 February 2026 4:13 WIB
Solok Selatan-BPJS Ketenagakerjaan bersinergi perkuat perlindungan pekerja
25 February 2026 14:43 WIB
Zigo Rolanda resmikan rute Damri SRG-Alahan Panjang hubungkan objek wisata Solok Selatan
25 February 2026 9:17 WIB