Bukittinggi (ANTARA) - Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menyelenggarakan ajang pencarian bakat melalui Bintang Radio tahun 2023. RRI Bukittinggi menargetkan 100 kawula muda ikut serta dalam kegiatan ini.

"Kami targetkan 100 peserta dari generasi muda seluruh kalangan di Sumatera Barat ambil bagian di Bintang Radio tahun ini, para juara berpeluang mendapat pembinaan dan bergabung dengan label musik ternama," kata Kepala Stasiun RRI Bukittinggi, Budi Suwarno, Kamis.

Ia mengatakan proses pendaftaran masih berjalan dengan tahap audisi digelar setelahnya menyusul babak semifinal serta final.

"Masih ada kemungkinan waktu pendaftaran diperpanjang tergantung besarnya minat kawula muda nantinya, untuk jadwal awal audisi dimulai Jumat (10/11), sudah ada peserta dari Agam, Tanah Datar dan Pasaman," kata dia.

Ia mengungkap RRI adalah pelopor lomba bernyanyi di tanah air melalui Festival Bintang radio dimulai sejak tahun 1951 atau 72 tahun silam dan telah menghasilkan artis nasional papan atas yang menguasai belantika musik indonesia.

Ajang pencarian bakat  yang sudah digelar di puluhan Satuan Kerja (Satker) RRI seluruh Indonesia ini, mendorong kawula muda untuk percaya diri dengan bakat suara emas yang dimiliki sebagai the next bintang radio RRI.

Pencarian bakat tersebut bermaksud untuk pembinaan dan pengembangan Kesenian Nasional khususnya di bidang seni suara bagi generasi muda dengan rentang usia 16 - 25 tahun dan wadah penyalur bakat dan apresiasi seni suara masyarakat.

"Kami mengajak semua pihak untuk bekerjasama menyukseskan Lomba Bintang Radio RRI 2023 yang puncaknya nanti di Manado, Sulawesi Utara," kata Budi.

Budi mengatakan pendaftaran juga bisa diikuti oleh pekerja seni jalanan yang bukan tidak mungkin akan melahirkan penyanyi yang berkualitas guna memperkaya industri musik tanah air.

"Pendaftaran juga kami lakukan dengan menjaring langsung kawula muda potensial dari masing-masing sekolah di Bukittinggi, untuk peserta luar daerah dimudahkan dengan cukup mengirimkan audio video mereka," pungkasnya.
 

Pewarta : Alfatah
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024