Lubukbasung (ANTARA) -
Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengolah limbah kain dan kayu menjadi kerajinan tangan berupa dompet dan asbak rokok. 
 
Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau Irphan Dwi Sanjoyo di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan bahan untuk membuat dompet berasal dari kain sisa pemotongan milik penjahit di daerah itu. 
 
"Produksi dalam satu minggu sebanyak dua dompet dengan hasil yang cukup bagus," katanya. 
 
Ia mengatakan, dompet tersebut diproduksi oleh satu orang warga binaan pemasyarakatan dengan cara manual. 
 
Sementara ilmu tersebut diperoleh dari senior di Rutan Maninjau yang saat ini telah bebas. 
 
"Warga binaan tersebut mengembangkan ilmu yang diperoleh dari senior dan kita menyalurkan dengan mencari kain untuk diolah menjadi dompet," katanya.
 
Ia menambahkan, warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Maninjau juga mengolah limbah kayu di perabot untuk asbak rokok. 
 
Ini untuk mengisi waktu luang bagi warga binaan pemasyarakatan dan sekaligus memberikan keterampilan bagi mereka, sehingga bisa menjadi peluang usaha nantinya saat bebas.
 
"Dua kerajinan ini sangat khas dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran," katanya. 
 
Ia mengakui, kerajinan tangan tersebut merupakan pembinaan kemandirian yang dilakukan Rutan Kelas IIB Maninjau. 
 
Selain itu, juga melakukan pembinaan kepribadian dengan ceramah agama, pesantren kilat dan lainnya bagi 46 orang warga binaan pemasyarakatan. 
 
"Kita bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA), ulama dan lainnya dalam pembinaan tersebut," katanya. 
 

Pewarta : Yusrizal
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2024