Punya potensi besar, PLN kembangkan biomassa berbasis keterlibatan masyarakat
Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Antonius Aris Sudjatmiko saat menjadi pembicara dalam Talkshow Festival LIKE bertajuk Potensi Bahan Bakar Nabati dalam Optimalisasi Energi Baru Terbarukan. Dirinya menyampaikan strategi pemenuhan volume rantai pasok biomassa, PLN EPI mengoptimalkan sumber daya setempat dan keterlibatan masyarakat. Hal ini untuk menggali besarnya potensi biomassa Indonesia mencapai 500 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah. (ANTARA/HO-PLN)
Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menilai, pengembangan biomassa atau bioenergi tidak hanya berfokus untuk energi semata tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, pengembangan biomassa sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan harus dirasakan seluruh pihak.
"Jangan kita bicara biomassa atau bioenergi hanya untuk kepentingan energi, tetapi kita harus melihat kepentingan yang lebih luas, kepentingan pembangunan yang dampaknya buat masyarakat, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat dalam arti luas," ujar Bambang dalam Talkshow Festival LIKE bertajuk Potensi Bahan Bakar Nabati dalam Optimalisasi Energi Baru Terbarukan, Minggu (17/9).
Bambang menekankan, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) juga harus bersifat inklusif dan sirkular yang mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh pihak.
"Jadi pengembangaan biomassa ini tidak hanya dia sustainable tetapi dia juga harus affordable dan reliable, serta kita ingin energi terbarukan ini juga inklusif," ujarnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN untuk memimpin program-program inisiatif transisi energi demi mendukung pemerintah mencapai NZE 2060. Salah satu upayanya, PLN memulai implementasi program co-firing di puluhan pembangkit PLN sejak 2021.
Dalam proses co-firing tersebut, PLN melalui _subholding_ PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memenuhi kebutuhan biomassa melalui keterlibatan masyarakat.
"Komitmen PLN dalam transisi energi melalui program _co-firing_ ini, tidak hanya untuk menekan emisi tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai upaya membangun ekosistem energi berbasis ekonomi kerakyatan,” ucap Darmawan.
Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia (EPI) Antonius Aris Sudjatmiko mengatakan, strategi pemenuhan volume rantai pasokan biomassa saat ini mengoptimalkan sumber daya setempat dan keterlibatan masyarakat. Hal ini untuk menggali besarnya potensi biomassa Indonesia mencapai 500 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah. Sedangkan, pemenuhan target pasokan biomassa PLN EPI sekitar 10,2 juta ton per tahun pada 2025.
"Jadi pemberdayaan masyarakat itu suatu keharusan. Bahkan kita tidak menyebutnya pemberdayaan masyarakat tapi memang keterlibatan masyarakat. Sekarang kita menjadikan masyarakat sebagai objek, sebagai pengguna energi tapi sekarang mereka menjadi produsen energi, mereka sebagai pengelola energi. Itulah yang menjadi mitra utama kami untuk biomassa," ujar Aris.
Selain itu, PLN EPI dalam pengembangan biomassa ini tak hanya berfokus untuk rantai pasok energi tetapi juga bertujuan menyerap lapangan kerja selaras dengan prinsip _Environmental, Social and Governance_ (ESG). Aris menyebutkan pengembangan biomassa untuk _co-firing_ PLTU terbukti mampu menyerap tenaga kerja masyarakat baik wilayah sekitar pembangkit maupun kaum marginal di berbagai daerah. Menurutnya, untuk satu ton biomassa mampu menyerap sekitar 10 orang tenaga kerja.
"Contoh di Aceh kami menggerakkan masyarakat lokal, kebanyakan yang direkrut adalah warga dan petani lokal setempat, lalu di Lampung dari petani-petani karet itu yang mengumpulkan biomassa, termasuk bonggol jagung untuk di Sumbawa, di Jawa Barat itu adalah sekam, di Kupang itu per bulan 100 ton mampu menyerap 530 orang mulai dari pengumpulan, pemrosesan, transportasi, _loading on loading,"_ tutup Aris.*
Pewarta : Rls-Nancy
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar teken mesepakatan, siap dorong energi terbarukan
25 July 2025 8:41 WIB
Co-Firing Biomassa di 47 PLTU PLN Hasilkan 1,67 Juta MWh Listrik Hijau Sepanjang 2024
04 February 2025 10:58 WIB, 2025
Pengembangan Biomassa PLN di Tasikmalaya: dikelola masyarakat, didukung pemerintah
30 September 2024 11:53 WIB, 2024
Ubah Lahan Kritis Jadi Hijau dan Produktif, PLN Kembangkan Ekosistem Biomassa Berbasis Pertanian Terpadu
28 September 2024 12:21 WIB, 2024
Terus kembangkanbahan "Co-Firing Biomassa", PLN bersama Kementanluncurkan model pertanian terpadu
27 September 2024 11:02 WIB, 2024
LIKE 2024: PLN bangun ekonomi kerakyatan lewat program "Co-Firing" Biomassa
13 August 2024 9:30 WIB, 2024
Di COP28 Dubai, PLN-Kemenkomarves luncurkan poogram STAB dan PERTIWI, kembangkan Biomassa di Tanah Air
03 December 2023 13:21 WIB, 2023
Perkuat rantai pasok biomassa, PLN EPI jalin kolaborasi dengan PT EMI dan PT Artekno
14 January 2023 20:57 WIB, 2023
Sulap sampah kota jadi bahan baku Co-Firing, PLN dan Pemkot Cilegon kolaborasi bangun pabrik biomassa
29 November 2022 20:13 WIB, 2022