Kemendikbudristek : Ikhlas guru modal utama implementasi kurikulum merdeka
Senin, 7 Agustus 2023 16:33 WIB
Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BKSAP) Kemendikbudristek, Zulfikri Anas memberikan plakat cendramata kepada Anggota Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni usai membuka sosialisasi kurikulum merdeka di Padang, Senin (7/8). (ANTARA/Ant-Miko Elfisha)
Padang (ANTARA) - Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BKSAP) Kemendikbudristek, Zulfikri Anas mengatakan keikhlasan guru memberi pelayanan pada peserta didik merupakan modal utama dalam implementasi kurikulum Merdeka Belajar.
"Sasaran utama kurikulum Merdeka adalah meningkatnya kualitas dan terjadinya transformasi dalam proses pembelajaran. Salah satu modal utamanya keikhlasan guru dalam pelayanan siswanya," katanya dalam Workshop Sosialisasi Kurikulum Merdeka di Padang, Senin.
Zulfikri menyebutkan prinsip Kurikulum Merdeka Belajar untuk penyederhanaan dari sebelumnya yang dirasa padat materi dan kemudian rumit administrasinya.
Kurikulum Merdeka fokus pada materinya esensial dan administrasi menjadi lebih sederhana, dan terpenting tahu tujuan serta langkah-langkah pembelajaran, dan assesmentnya, artinya dirancang untuk bisa diterapkan dalam situasi seminim apapun.
Keberhasilan penerapan kurikulum Merdeka Belajar, menurut dia, bukan pada kelengkapan dokumen-dokumen administrasi atau kepatuhan administrasi, tetapi lebih kepada terjadinya perubahan pembelajaran sehingga setiap anak didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya masing-masing.
"Kurikulum merdeka fokusnya kepada anak didik dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada setiap siswa supaya bertumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya sehingga dapat merasakan makna pendidikan, dan diharapkan tumbuh semangat mencintai pendidikan sepanjang hayat,"katanya.
Oleh karena itu, tambah dia, dalam kurikulum merdeka guru sangat penting melakukan assesment terhadap anak didik sejak awal supaya bisa lebih mengenal tentang potensi diri yang ada pada peserta didik sehingga kebutuhan yang harus dipenuhi.
Sementara itu, legislator Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni mengatakan implementasi kurikulum merdeka belajar yang merupakan upaya menyesuaikan dengan tuntutan zaman dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa Indonesia.
"Sebagaimana ungkapan 'didiklah anak-anak mu sesuai dengan zamannya', karenanya kita mengapresiasi dan mendukung implementasi program kurikulum merdeka sehingga sesuai dengan kebutuhan sekarang," katanya.
Ia mengatakan, hanya saja tinggal bagaimana kesiapan infrastruktur sarana prasarana penunjang dan kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti tenaga guru yang harus mendapatkan perhatian.
Pihaknya tak menyangkal masih terdapat keterbatasan yang dihadapi sekolah-sekolah dalam implementasi program kurikulum merdeka, tetapi semangat ini dalam pelaksanaan dari sekolah-sekolah harus diapresiasi.
"Kita kaget juga, ternyata sudah mencapai 80 persen sekolah di Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SLTA yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Makanya kita memotivasi guru untuk tetap terus belajar dan berjuang ke arah yang sebenarnya sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka,"katanya.
Penerapan terus berproses, tambah dia, tentu termasuk para guru mesti terus mencari pengetahuan dan kecakapan supaya dalam pelaksanaan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Kegiatan workshop sosialisasi kurikulum merdeka belajar dibuka oleh anggota Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Barlius dengan peserta terdiri atas tenaga pengajar, praktisi dan sejumlah elemen pemerhati pendidikan.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek : Ikhlas guru modal implementasi kurikulum merdeka
"Sasaran utama kurikulum Merdeka adalah meningkatnya kualitas dan terjadinya transformasi dalam proses pembelajaran. Salah satu modal utamanya keikhlasan guru dalam pelayanan siswanya," katanya dalam Workshop Sosialisasi Kurikulum Merdeka di Padang, Senin.
Zulfikri menyebutkan prinsip Kurikulum Merdeka Belajar untuk penyederhanaan dari sebelumnya yang dirasa padat materi dan kemudian rumit administrasinya.
Kurikulum Merdeka fokus pada materinya esensial dan administrasi menjadi lebih sederhana, dan terpenting tahu tujuan serta langkah-langkah pembelajaran, dan assesmentnya, artinya dirancang untuk bisa diterapkan dalam situasi seminim apapun.
Keberhasilan penerapan kurikulum Merdeka Belajar, menurut dia, bukan pada kelengkapan dokumen-dokumen administrasi atau kepatuhan administrasi, tetapi lebih kepada terjadinya perubahan pembelajaran sehingga setiap anak didik tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya masing-masing.
"Kurikulum merdeka fokusnya kepada anak didik dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada setiap siswa supaya bertumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya sehingga dapat merasakan makna pendidikan, dan diharapkan tumbuh semangat mencintai pendidikan sepanjang hayat,"katanya.
Oleh karena itu, tambah dia, dalam kurikulum merdeka guru sangat penting melakukan assesment terhadap anak didik sejak awal supaya bisa lebih mengenal tentang potensi diri yang ada pada peserta didik sehingga kebutuhan yang harus dipenuhi.
Sementara itu, legislator Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni mengatakan implementasi kurikulum merdeka belajar yang merupakan upaya menyesuaikan dengan tuntutan zaman dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa Indonesia.
"Sebagaimana ungkapan 'didiklah anak-anak mu sesuai dengan zamannya', karenanya kita mengapresiasi dan mendukung implementasi program kurikulum merdeka sehingga sesuai dengan kebutuhan sekarang," katanya.
Ia mengatakan, hanya saja tinggal bagaimana kesiapan infrastruktur sarana prasarana penunjang dan kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti tenaga guru yang harus mendapatkan perhatian.
Pihaknya tak menyangkal masih terdapat keterbatasan yang dihadapi sekolah-sekolah dalam implementasi program kurikulum merdeka, tetapi semangat ini dalam pelaksanaan dari sekolah-sekolah harus diapresiasi.
"Kita kaget juga, ternyata sudah mencapai 80 persen sekolah di Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SLTA yang telah menerapkan kurikulum merdeka. Makanya kita memotivasi guru untuk tetap terus belajar dan berjuang ke arah yang sebenarnya sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka,"katanya.
Penerapan terus berproses, tambah dia, tentu termasuk para guru mesti terus mencari pengetahuan dan kecakapan supaya dalam pelaksanaan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Kegiatan workshop sosialisasi kurikulum merdeka belajar dibuka oleh anggota Komisi X DPR RI Lisda Hendrajoni, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Barlius dengan peserta terdiri atas tenaga pengajar, praktisi dan sejumlah elemen pemerhati pendidikan.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikbudristek : Ikhlas guru modal implementasi kurikulum merdeka
Pewarta : Ant-Miko Elfisha
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UNP latih penyusunan Kurikulum Merdeka berbasis AI bagi guru PJOK di Sijunjung
24 October 2025 13:12 WIB
Listrik Aman, Semarak Merdeka: PLN Mentawai amankan pasokan saat HUT RI ke-80
20 August 2025 17:20 WIB
Pasokan Listrik PLN Andal, rangkaian Peringatan HUT RI berlangsung khidmat dan meriah
18 August 2025 12:36 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
65 Kepala Sekolah di Sumbar dilantik, Gubernur titip pembentukan karakter generasi masa depan
13 February 2026 17:47 WIB
Pemkot Solok terima 1.091 paket buku dan alat tulis untuk murid terdampak banjir
15 December 2025 22:44 WIB
TVRI kembangkan bakat seni siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 4 Padang
04 December 2025 19:33 WIB
Tanggal 25 November Hari Guru Nasional, ayo berikan ucapan selamat terbaik
24 November 2025 16:31 WIB