Harga emas tergelincir tertekan dolar AS
Kamis, 29 Juni 2023 6:36 WIB
Ilustrasi - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan. ANTARA/REUTERS/aa.
Jakarta (ANTARA) - Harga emas berjangka melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat, setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan isyarat untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Exchange tergelincir 1,60 dolar AS atau 0,08 persen menjadi ditutup pada 1.922,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.926,10 dolar AS dan terendah di 1.911,40 dolar AS.
Emas berjangka merosot 10 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.923,80 dolar AS pada Selasa (27/6), setelah naik 4,20 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.933,80 dolar AS pada Senin (26/6), dan terangkat 5,90 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.929,60 dolar AS pada Jumat (23/6).
Dolar AS menguat pada Rabu (28/6) menyusul komentar dari sejumlah pemimpin bank sentral global, termasuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang tidak mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga lain oleh Fed pada pertemuan berikutnya pada Juli.
Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral di seluruh dunia juga menekan emas. Emas menetap di level terendah sejak 14 Maret.
Berbicara pada sesi kebijakan moneter di Sintra, Portugal, pada Rabu (28/6), Ketua Fed mengatakan dia memperkirakan beberapa kenaikan suku bunga ke depan dan mungkin dengan kecepatan yang agresif.
Powell, berbicara pada konferensi Bank Sentral Eropa (ECB) bersama dengan Gubernur Bank Sentral Inggris Andrew Bailey, Presiden ECB Christine Lagarde dan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda, mencatat bahwa dua kenaikan suku bunga kemungkinan terjadi tahun ini.
Isyarat lebih lanjut tentang inflasi AS juga akan dirilis minggu ini, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk Mei akan dirilis pada Jumat (30/6). Indeks adalah pengukur inflasi pilihan Fed, dan diperkirakan akan tetap stabil setelah naik secara tak terduga pada April.
Prospek hawkish pada Fed menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat hal itu mendorong peluang kerugian untuk memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil. Gagasan ini sangat membebani emas sejauh tahun 2023, dengan dolar AS sebagian besar berkinerja lebih baik daripada emas.
Pasar memperkirakan peluang lebih dari 75 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli, dan kenaikan lain dengan besaran yang sama di akhir tahun.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 6,40 sen atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada 23,084 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober merosot 9,10 dolar AS atau 0,97 persen, menjadi menetap pada 924,90 dolar AS per ounce.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas tergelincir tertekan dolar AS yang lebih kuat
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Exchange tergelincir 1,60 dolar AS atau 0,08 persen menjadi ditutup pada 1.922,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.926,10 dolar AS dan terendah di 1.911,40 dolar AS.
Emas berjangka merosot 10 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.923,80 dolar AS pada Selasa (27/6), setelah naik 4,20 dolar AS atau 0,22 persen menjadi 1.933,80 dolar AS pada Senin (26/6), dan terangkat 5,90 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.929,60 dolar AS pada Jumat (23/6).
Dolar AS menguat pada Rabu (28/6) menyusul komentar dari sejumlah pemimpin bank sentral global, termasuk Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang tidak mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga lain oleh Fed pada pertemuan berikutnya pada Juli.
Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral di seluruh dunia juga menekan emas. Emas menetap di level terendah sejak 14 Maret.
Berbicara pada sesi kebijakan moneter di Sintra, Portugal, pada Rabu (28/6), Ketua Fed mengatakan dia memperkirakan beberapa kenaikan suku bunga ke depan dan mungkin dengan kecepatan yang agresif.
Powell, berbicara pada konferensi Bank Sentral Eropa (ECB) bersama dengan Gubernur Bank Sentral Inggris Andrew Bailey, Presiden ECB Christine Lagarde dan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda, mencatat bahwa dua kenaikan suku bunga kemungkinan terjadi tahun ini.
Isyarat lebih lanjut tentang inflasi AS juga akan dirilis minggu ini, dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk Mei akan dirilis pada Jumat (30/6). Indeks adalah pengukur inflasi pilihan Fed, dan diperkirakan akan tetap stabil setelah naik secara tak terduga pada April.
Prospek hawkish pada Fed menjadi pertanda buruk bagi emas, mengingat hal itu mendorong peluang kerugian untuk memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil. Gagasan ini sangat membebani emas sejauh tahun 2023, dengan dolar AS sebagian besar berkinerja lebih baik daripada emas.
Pasar memperkirakan peluang lebih dari 75 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli, dan kenaikan lain dengan besaran yang sama di akhir tahun.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 6,40 sen atau 0,28 persen, menjadi ditutup pada 23,084 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober merosot 9,10 dolar AS atau 0,97 persen, menjadi menetap pada 924,90 dolar AS per ounce.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas tergelincir tertekan dolar AS yang lebih kuat
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Muhammad Zulfikar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB