Jusuf Kalla akui banyak start up gulung tikar
Kamis, 16 Maret 2023 19:36 WIB
Mantan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla (JK) saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, di Kampus Teknik Unhas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (16)3/2023). ANTARA/HO/Rudi.
Gowa (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) RI ke-10 dan 12, HM Jusuf Kalla (JK) menyebut fenomena banyaknya start up yang akhirnya gulung tikar, karena tren saat ini banyak pengusaha kembali ke industri nyata.
JK saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, di Kampus Teknik Unhas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis, menyatakan kenapa banyak start up tumbang, karena itu banyak pengusaha kembali ke real industri yang memberikan nilai tambah.
JK mengatakan banyak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi saat ini karyawannya diberhentikan (pemutusan hubungan erja/PHK), apalagi saat pandemi COVID-19 melanda.
"Seperti yang kita ketahui sekarang perusahaan-perusahaan teknologi, karyawannya di-PHK, karena pengusaha kembali ke real industri, pertanian yang maju dengan teknologi yang mempunyai nilai tambah. Bukan lagi bisnis yang orang bilang bakar uang," kata JK lagi.
Lebih lanjut menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, kebutuhan manusia akan teknologi informasi adalah untuk menunjang kerja dari industri nyata, tidak untuk menunjang teknologi.
Meskipun ia sendiri mengakui bahwa teknologi informasi atau komputer tetap diperlukan dalam menunjang pekerjaan.
"Bahwa tetap diperlukan teknologi IT atau komputer yang baik, tapi tujuannya untuk memberi nilai tambah bukan lagi IT untuk IT atau artificial intelegence," lanjut JK.
Jusuf Kalla meyakini teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak akan bisa menggantikan manusia seperti yang didengungkan oleh banyak pihak.
"AI tidak seperti kata orang bahwa mesin akan menggantikan manusia. Manusia tidak akan tergantikan dan ekonomi akan tumbuh dari nilai tambah dari efisiensi dan inovasi," ujarnya pula.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jusuf Kalla mengakui banyak start up tumbang
JK saat bersilaturahmi dengan pimpinan dan dosen Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, di Kampus Teknik Unhas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis, menyatakan kenapa banyak start up tumbang, karena itu banyak pengusaha kembali ke real industri yang memberikan nilai tambah.
JK mengatakan banyak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi saat ini karyawannya diberhentikan (pemutusan hubungan erja/PHK), apalagi saat pandemi COVID-19 melanda.
"Seperti yang kita ketahui sekarang perusahaan-perusahaan teknologi, karyawannya di-PHK, karena pengusaha kembali ke real industri, pertanian yang maju dengan teknologi yang mempunyai nilai tambah. Bukan lagi bisnis yang orang bilang bakar uang," kata JK lagi.
Lebih lanjut menurut Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, kebutuhan manusia akan teknologi informasi adalah untuk menunjang kerja dari industri nyata, tidak untuk menunjang teknologi.
Meskipun ia sendiri mengakui bahwa teknologi informasi atau komputer tetap diperlukan dalam menunjang pekerjaan.
"Bahwa tetap diperlukan teknologi IT atau komputer yang baik, tapi tujuannya untuk memberi nilai tambah bukan lagi IT untuk IT atau artificial intelegence," lanjut JK.
Jusuf Kalla meyakini teknologi Artificial Intelligence (AI) tidak akan bisa menggantikan manusia seperti yang didengungkan oleh banyak pihak.
"AI tidak seperti kata orang bahwa mesin akan menggantikan manusia. Manusia tidak akan tergantikan dan ekonomi akan tumbuh dari nilai tambah dari efisiensi dan inovasi," ujarnya pula.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jusuf Kalla mengakui banyak start up tumbang
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Padang dampingi Ketua Umum PMI tinjau lokasi bencana banjir di Batu Busuk
20 December 2025 16:25 WIB
Jusuf Kalla: PMI siap bantu evakuasi dan rehabilitasi lokasi bencana di Sumbar
14 May 2024 15:20 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB