Indeks Perkembangan Harga Padang Panjang di angka 2,68 persen
Senin, 27 Februari 2023 16:57 WIB
Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra. (ANTARA/HO-Diskominfo Padang Panjang)
Padang Panjang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra, menyebutkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan keempat Februari, Indeks Perkembangan Harga (IPH) kota itu berada pada angka 2,68 persen dengan fluktuatif tertinggi pada komoditas cabai merah.
Usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Sonny Budaya Putra di Padang Panjang, Senin, mengatakan, untuk pengendalian inflasi, perlu penguatan pada Satgas Pangan.
"Kita akan melakukan sidak ke lapangan untuk memantau langsung harga komoditas," katanya.
Untuk pengawasan ini nantinya, katanya akan dilakukan bersama-sama dengan pihak TNI/ Polri dan juga BPS," kata dia.
Ia meminta kepada OPD terkait untuk bisa segera melaksanakan program yang memang bertujuan untuk ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Padang Panjang, Putra Dewangga, pada minggu keempat terdapat dua komoditas yang mengalami akumulasi pergerakan yang cukup signifikan, yaitu harga cabai merah naik dua pekan berturut-turut dari Rp55.625 per kg menjadi Rp67.875 per kg.
"Intensitas hujan yang tinggi di daerah produksi menjadi penyebab kenaikan harga, karena tanaman cabai merah milik petani banyak yang rusak dan busuk sehingga pasokan berkurang. Turunnya harga bawang merah disebabkan karena sejumlah daerah produksi memasuki masa panen. Hal ini terjadi se-Indonesia," jelasnya.
Sedangkan untuk bawang merah sejak awal Februari, terus mengalami penurunan harga, dari Rp37.000 per kg menjadi Rp32.750 per kg. Harga ini berada di bawah Harga Acuan Penjualan yang dihitung Badan Pangan Nasional, yaitu sebesar Rp36.500 per kg.
Diakatakan Putra Dewangga, rakor pengendalian inflasi bersama TPID dilaksanakan sebagai evaluasi dan memonitor serta menjaga pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi kota itu.
"Sesuai anjuran Kemendagri, pelaksanaan rapat TPID secara reguler dan rutin dilaksanakan dengan sekda sebagai Kasatgas Pangan, tujuannya agar kita dapat memantau dan mengendalikan harga pangan," kata dia.
Sementara itu menurut data Badan Pangan Nasional, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, beberapa kabupaten/ kota di Sumatera Barat masuk dalam 10 besar yang mengalami kenaikan IPH tertinggi, yakni, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Tanah Datar.
Usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, Sonny Budaya Putra di Padang Panjang, Senin, mengatakan, untuk pengendalian inflasi, perlu penguatan pada Satgas Pangan.
"Kita akan melakukan sidak ke lapangan untuk memantau langsung harga komoditas," katanya.
Untuk pengawasan ini nantinya, katanya akan dilakukan bersama-sama dengan pihak TNI/ Polri dan juga BPS," kata dia.
Ia meminta kepada OPD terkait untuk bisa segera melaksanakan program yang memang bertujuan untuk ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Sebelumnya, Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Padang Panjang, Putra Dewangga, pada minggu keempat terdapat dua komoditas yang mengalami akumulasi pergerakan yang cukup signifikan, yaitu harga cabai merah naik dua pekan berturut-turut dari Rp55.625 per kg menjadi Rp67.875 per kg.
"Intensitas hujan yang tinggi di daerah produksi menjadi penyebab kenaikan harga, karena tanaman cabai merah milik petani banyak yang rusak dan busuk sehingga pasokan berkurang. Turunnya harga bawang merah disebabkan karena sejumlah daerah produksi memasuki masa panen. Hal ini terjadi se-Indonesia," jelasnya.
Sedangkan untuk bawang merah sejak awal Februari, terus mengalami penurunan harga, dari Rp37.000 per kg menjadi Rp32.750 per kg. Harga ini berada di bawah Harga Acuan Penjualan yang dihitung Badan Pangan Nasional, yaitu sebesar Rp36.500 per kg.
Diakatakan Putra Dewangga, rakor pengendalian inflasi bersama TPID dilaksanakan sebagai evaluasi dan memonitor serta menjaga pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi kota itu.
"Sesuai anjuran Kemendagri, pelaksanaan rapat TPID secara reguler dan rutin dilaksanakan dengan sekda sebagai Kasatgas Pangan, tujuannya agar kita dapat memantau dan mengendalikan harga pangan," kata dia.
Sementara itu menurut data Badan Pangan Nasional, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, beberapa kabupaten/ kota di Sumatera Barat masuk dalam 10 besar yang mengalami kenaikan IPH tertinggi, yakni, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Tanah Datar.
Pewarta : Isril Naidi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Solok ikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2026 secara virtual
30 January 2026 22:20 WIB
Rakor Pengendalian Karhutla Sumbar rumuskan strategi penanganan pada 2026
24 November 2025 12:14 WIB
Wako Fadly Amran tandatangani Rencana Aksi Efektivitas Pengendalian Korupsi Tahun 2025
27 October 2025 13:35 WIB
Pemkot Padang dorong percepatan pengadaan tanah pengendalian banjir Batang Kandis
08 October 2025 18:48 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB
Sabtu (07/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,961 juta/gr dan Galeri24 Rp2,946 juta/gr
07 February 2026 8:53 WIB