Ketum PP Muhammadiyah: NU dan Muhammadiyah pilar strategis Islam Indonesia
Arsip - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kedua kiri) bersama Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2-3-2020). Kedatangannya tersebut untuk menyosialisasikan dan mengundang Presiden untuk hadir dalam Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada tanggal 1-5 Juli 2020 di Kota Solo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.
"NU dan Muhammadiyah dengan kekhasannya masing-masing merupakan dua pilar strategis Islam Indonesia yang dalam perjalanan sejarahnya telah memahat pandangan dan praktik keagamaan yang kokoh, moderat, maju, dan menebar kemaslahatan yang luas dalam orientasi Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam)," kata Haedar Nashir dalam keterangan di Yogyakarta, Senin.
NU dengan spirit merawat tradisi, sementara Muhammadiyah dengan orientasi reformasi budaya, menurut Haedar, secara sinergis telah menjelma menjadi penjaga bangunan keindonesiaan yang mengintegrasikan agama, Pancasila, serta kebudayaan luhur bangsa.
"Keduanya menjadi kekuatan penjaga bandul keseimbangan dan jalan tengah dalam proses integrasi keumatan dan kebangsaan secara harmoni, damai, dan konstruktif dalam kehidupan keindonesiaan yang Bhinneka Tunggal Ika," ujar dia.
Ia berharap NU dan Muhammadiyah menjadi jalan tengah integrasi keumatan dan kebangsaan.
PP Muhammadiyah, kata Haedar, menyampaikan selamat untuk Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Haedar berharap NU menjadi ormas Islam Indonesia yang bangkit, makin digdaya sebagaimana spirit yang terkandung dalam tema Mendigdayakan Nahdlatul Ulama (NU) Menjemput Abad Ke-2 Menuju Kebangkitan Baru.
"Ibarat kesaktian atau kedigdayaan para pendekar bukan hanya pada kekuatan ragawi, melainkan juga rohani dalam wujud keluhuran batin, welas asih, kebijaksanaan, membela yang terzalimi, serta tegak lurus di atas kebenaran dan kebaikan yang utama," ucapnya.
Menurut dia, sebagaimana komitmen Pengurus Besar NU (PBNU) dalam menyambut satu abad dengan semangat "kebangkitan baru", NU membawa spirit para mujadid (pembaharu) yang lahir setiap 100 tahun. Maka, etos kemajuan menjadi modal utama kebangkitan dan kemajuan.
Ia berharap NU makin hadir memperbarui dan membangkitkan kehidupan umat Islam dan bangsa Indonesia menuju keunggulan berlevel khaira ummah sebagaimana pesan Al-Qur'an.
"NU yang makin dekat dengan umat dalam spirit ukhuwah islmiah (persaudaraan sesama umat Islam) yang autentik juga makin memperkokoh ukhuwah wataniah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah basyariah (persaudaraan kemanusiaan) di tingkat yang lebih luas," tutur Haedar Nashir.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Haedar Nashir: NU dan Muhammadiyah pilar strategis Islam Indonesia
Pewarta : Luqman Hakim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenbud dan Muhammadiyah bangun kesadaran generasi muda tentang nilai sejarah
03 February 2025 20:51 WIB, 2025
PP Muhammadiyah: Moderasi beragama penting tingkatkan harmoni sosial
31 December 2024 13:13 WIB, 2024
PP Muhammadiyah minta PBB hentikan standar ganda soal perang Palestina
04 November 2023 15:03 WIB, 2023
Pemberlakukan new normal, Muhammadiyah ingin pemerintah kaji lima hal ini
28 May 2020 20:55 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB