Merak, (Antara) - Jalur Merak-Cilegon dipadati kendaraan arus balik pemudik dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju berbagai daerah di Pulau Jawa setelah berlebaran di kampung halaman. Dari pantauan, ribuan kendaraan memadati Jalan Merak-Cilegon kurang lebih sepanjang lima kilometer itu terlihat padat lancar. Kepadatan kendaraan roda dua, roda empat, dan bus terjadi sejak Sabtu (10/8) malam hingga sore ini masih berdatangan arus balik pemudik yang tiba dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Bahkan, kepadatan kendaraan arus balik hingga Jalan Tol Merak-Jakarta. "Kami memperkirakan arus balik pemudik pengguna kendaraan sekitar 60 persen pada H+3 ini," kata Randy, petugas Infomasi Layanan Tol PT Marga Mandala Sakti (MMS), saat dihubungi di Merak, Minggu. Ia memprediksi bahwa pengendara akan memadati ruas jalan Merak-Cilegon hingga Tol Merak-Jakarta hingga Senin (12/8), karena perusahaan di daerah Jakarta dan Tangerang sudah kembali bekerja, termasuk pegawai negeri sipil (PNS). Meski terjadi kepadatan kendaraan, tetapi perjalan arus balik berjalan lancar tanpa terjadi antrean kendaraan. "Selama ini, kondisi Jalan Merak-Cilegon lancar dari Sumatera menuju Pulau Jawa tidak terjadi antrean kendaraan," katanya. Ia mengatakan, saat ini, jumlah pemudik arus balik mengalami peningkatan dibandingkan dua hari sebelumnya. Pergerakan volume kendaraan yang menggunakan Jalan Tol Merak-Jakarta cukup tinggi sehingga terjadi kepadatan. "Sebagian besar arus balik pemudik menggunakan mobil pribadi yang melintasi jalan tol," katanya. Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengakui, memperkirakan puncak arus balik terjadi pada H+3 atau Minggu (11/8) diperkirakan sekitar 70.000 penumpang dan 25.000 kendaraan. PT ASDP setempat mengoperasikan kapal "roll on roll off" (roro) sebanyak 28 armada. Pengoperasian 28 kapal itu perjalanan Merak (Banten)-Bakauheni (Lampung) mencapai 90 trip. Di samping itu juga kegiatan bongkar muat bagi kapal Port Link dipercepat dari 60 menit menjadi 35 menit guna mengatasi lonjakan penumpang arus balik. "Kami tetap mengoperasikan 28 kapal untuk mengatasi penumpang arus balik," katanya. (*/jno)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026